
BOJONEGORO, 18 SEPTEMBER 2025 – VNNmedia – Di tangan seorang pemuda asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, dunia pertanian mendapat warna baru. Dialah Fatkhul Ilma (28), pendiri Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani, yang bertekad menjadikan pertanian sebagai profesi modern, keren, sekaligus menjanjikan bagi generasi muda.
Perjalanan Ilma di bidang pertanian modern dimulai sejak usia 23 tahun melalui sebuah greenhouse berukuran 4×6 meter. Dari lahan sederhana itu, ia melakukan riset untuk mencari tanaman yang paling potensial di pasar.
Pilihannya jatuh pada cabai dan melon yang terbukti memberi hasil menjanjikan. Dengan penerapan sistem berbasis teknologi, Ilma mampu memanen melon hingga 5–6 kali setahun.
Hasil panen lebih produktif, risiko serangan hama jauh berkurang, dan pemasaran pun terjamin karena ada tengkulak yang rutin membeli hasilnya.
Kini, Ilma mengelola delapan greenhouse, empat untuk produksi skala industri dan empat untuk riset. Dari satu greenhouse saja, ia bisa meraih omzet hingga Rp30 juta sekali panen, dengan keuntungan bersih sekitar Rp10–15 juta.
Semangat belajarnya juga patut diacungi jempol. Ia pernah mengikuti program smart farming hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Korea, serta berhasil meraih Juara 2 Pemuda Pelopor Nasional 2022—penghargaan yang menegaskan dedikasi dan kontribusinya bagi dunia pertanian.
“Pertanian itu penting, bahkan strategis. Kalau kita mau maju, harus mulai sekarang dengan cara yang tepat,” tegas Ilma dalam siaran tertulis Pemkab Bojonegoro, Kamis (18/9/2025).
Kiprah Fatkhul Ilma menjadi bukti nyata bahwa pertanian masa kini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan masa depan yang modern, produktif, dan menguntungkan.
Foto : Ist
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News