Fakultas Hukum Universitas Jember Raih Juara II NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung XXVI dan Borong Kategori Terbaik

JEMBER, 18 Februari 2026 – VNNMedia – Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Asian Law Students Association (ALSA) National Moot Court Competition Piala Mahkamah Agung (NMCC MA) XXVI. Bertuan rumah di Universitas Hasanuddin, tim FH UNEJ berhasil menyabet kategori Majelis Hakim Terbaik, Penasihat Hukum Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Panitera Terbaik, serta Saksi/Ahli/Terdakwa Terbaik di babak penyisihan dan meraih Juara II pada babak final.

Kompetisi yang diselenggarakan pada 6-9 Februari 2026 di Universitas Hasanuddin Makassar ini merupakan hasil kolaborasi antara ALSA dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung dikenal sebagai kompetisi peradilan semu tertua dan paling bergengsi di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam hukum pidana, tetapi juga membentuk karakter calon penegak hukum yang berintegritas, baik sebagai hakim, jaksa, maupun advokat. Konsep perlombaan dirancang menyerupai praktik peradilan yang sesungguhnya, mulai dari tahap pemberkasan sejak proses penyidikan hingga pembacaan putusan di persidangan.

Pada tahap penyisihan, terdapat tiga belas kampus yang berpartisipasi, yakni UNSRI, USK, UNEJ, Universitas Tadulako, UIN Alauddin Makassar, Universitas Andi Djemma, UNDIP, UGM, Universitas Muhammadiyah Kendari, UNUD, UB, UNAIR, dan UNPAD. Seluruh rangkaian persidangan, baik penyisihan maupun final, dilaksanakan secara langsung di Pengadilan Negeri Makassar dengan teknis dan standar yang ketat sebagaimana praktik peradilan nyata.

Dari babak penyisihan, hanya empat tim terbaik yang berhak melaju ke final dengan kasus posisi yang berbeda. Empat tim yang akan bersaing yaitu UNPAD, UNEJ, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Andi Djemma. Pada babak ini, delegasi UNEJ mengupayakan diri untuk tampil konsisten dan kompetitif hingga akhirnya meraih juara II secara nasional.

Aiman Mochammad, mahasiswa FH UNEJ yang tergabung sebagai official team sekaligus ketua delegasi NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung XXVI, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari proses persiapan panjang yang dimulai sejak Agustus 2025. Proses penyusunan berkas dilakukan hingga Desember, kemudian lanjut dengan latihan intensif persidangan sampai menjelang kompetisi pada Februari 2026.

“Dalam sehari kami bisa berlatih hingga 18 jam. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan motivasi di tengah waktu istirahat yang sangat terbatas. Banyak hal yang harus dikorbankan seperti waktu, tenaga, latihan yang keras, dan jam istirahat yang sedikit. Namun kami selalu saling mengingatkan tujuan awal terbentuknya delegasi ini, bahwa kami membawa nama Universitas Jember,” ungkapnya.

Selama masa persiapan, tim juga menghadapi berbagai tantangan dan perbedaan yang mereka anggap wajar terjadi. Perbedaan pendapat dalam menyusun strategi dan argumentasi hukum justru memperkuat kekompakan delegasi. Dengan saling memberikan semangat, motivasi, dan menjaga komunikasi, tim mampu mempertahankan solidaritas hingga hari perlombaan.

Keberhasilan meraih seluruh kategori peran terbaik di babak penyisihan sekaligus juara II di final menjadi pencapaian bersejarah bagi FH UNEJ. Pada tahun sebelumnya, delegasi UNEJ pernah menempati posisi ketiga, dan tahun ini berhasil naik peringkat sekaligus membuktikan kualitas unggul di semua peran persidangan kompetisi bergengsi tingkat nasional.

Aiman juga menegaskan bahwa dukungan kampus memegang peranan penting dalam perjalanan ini. Dosen pembimbing memberikan pendampingan secara intensif, sementara fakultas mendukung penuh dari segi fasilitas maupun pembiayaan keberangkatan dan kepulangan delegasi.

“Tanpa dukungan kampus dan doa yang kuat, kami tidak akan sampai di titik ini. Dosen pembimbing kami secara total membantu, fakultas kami juga sangat support dalam memfasilitasi bahkan membiayai untuk keberangkatan dan kepulangan kami. Mereka berperan besar dalam membantu delegasi ini berproses,” tuturnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa FH UNEJ mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di ajang kompetisi hukum paling bergengsi tingkat nasional, sekaligus membuka peluang untuk meraih posisi tertinggi pada kompetisi di masa mendatang.

Menutup pernyataannya, Aiman selaku ketua delegasi FH UNEJ meninggalkan pesan motivasi bagi mahasiswa lainnya. “Untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa, tidak bisa dilakukan dengan proses yang mudah. Perlu pengorbanan yang besar untuk mendapatkannya. Semakin susah pengorbanan yang kita keluarkan, semakin puas pula ketika memperoleh hasilnya,” pungkasnya.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia