Elon Musk Promosi Partainya, Kasus Epstein akan jadi Prioritas

Washington DC, 10 Juli 2025-VNNMedia- Setelah mengumumkan pembentukan partai politik yang dinamai ‘Partai Amerika’, Elon Musk melalui akun X, membagikan program kerja partai barunya, dimana salah satu prioritas adalah mendesak pemerintah AS untuk membuka dokumen terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein

baca juga: Elon Musk Luncurkan “Partai Amerika”, Tantang Dominasi Dua Partai AS

Dalam sebuah unggahan di platform medsos miliknya itu, ia mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang kini menjadi seterunya, atas keengganannya mempublikasikan dokumen Epstein

“Bagaimana bisa orang percaya pada Trump jika dia tidak mau merilis dokumen Epstein?” tulisnya di X pada Selasa (8/7)

Tulisan tersebut dikomentari warga net yang menanyakan apakah pengungkapan dokumen itu menjadi prioritas utama Partai Amerika. Musk mengiyakan dengan memasang emoji “100”

Sebelumnya, Musk sempat mengusulkan pemakzulan Trump, dengan mengklaim -yang kemudian ditariknya kembali- Trump muncul dalam dokumen yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual, yang telah meninggal

Foto Trump dengan mendiang Epstein sudah lama beredar di masyarakat. Trump membela diri bahwa ia tidak tahu menahu kejahatan Epstein

Sebagai informasi, kasus Jeffrey Epstein adalah salah satu skandal paling mengguncang di Amerika Serikat, melibatkan tuduhan perdagangan seks dan pelecehan anak di bawah umur yang menyeret nama-nama besar dari berbagai kalangan, termasuk politik, bisnis, dan hiburan

Epstein yang merupakan pengusaha keuangan Amerika, mengaku bersalah atas dua tuduhan terkait prostitusi anak di bawah umur di Florida. Dia menerima hukuman yang relatif ringan, yaitu 13 bulan penjara dengan pembebasan kerja, berkat kesepakatan rahasia dengan jaksa federal saat itu, Alexander Acosta. Kesepakatan ini kemudian menjadi subjek kontroversi besar

Pada tahun 2019, Epstein ditangkap kembali atas tuduhan federal baru terkait perdagangan seks dan konspirasi untuk melakukan perdagangan seks anak di bawah umur. Dia dituduh menjalankan jaringan pelecehan dan perdagangan gadis-gadis remaja di propertinya di New York dan Florida

Namun, dia meninggal di sel tahanannya pada Agustus 2019, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, meskipun banyak teori konspirasi beredar tentang kematiannya

Donald Trump dan Jeffrey Epstein diketahui berada dalam satu lingkaran pertemanan di kalangan elit, yang kemudian menjadi kontroversial setelah terungkapnya kejahatan Epstein

Meski tidak ada bukti langsung yang mengaitkan Trump dengan kejahatan seks Epstein, kedekatan mereka di masa lalu tetap menjadi titik kritik dan spekulasi bagi sebagian pihak

sumber: Antara

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News