Ekspor Perikanan RI tahun 2025 Naik 5,2 Persen Capai Rp 105,5 Triliun

Hasil perikanan udang. (istimewa)

Jakarta, Senin 16 Februari 2026 – VNNMedia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 105,5 triliun (kurs Rp 16.823 per USD) sepanjang Januari–Desember 2025 meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP (PDSPKP) Machmud, mengatakan bahwa Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar 1,99 miliar dolar AS atau Rp 33,5 triliun (31,8 persen dari total).

Di posisi kedua ada China sebesar 1,22 miliar dolar AS atau Rp 20,5 triliun (19,5 persen), diikuti negara-negara anggota ASEAN 1 miliar dolar AS atau Rp 16,8 triliun (16,0 persen), Jepang 613,65 juta dolar AS atau Rp 10,3 triliun (9,8 persen), dan Uni Eropa 451,72 juta dolar AS atau Rp 7,6 triliun (7,2 persen).

“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN (16,7 persen), Jepang (2,5 persen), dan Uni Eropa (9 persen),” kata Machmud dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/2/2026) dilansir Antara.

Machmud melanjutkan jika udang menjadi komoditas ekspor utama dengan nilai 1,87 miliar dolar AS atau Rp 31,5 triliun (29,8 persen dari total ekspor).

Disusul tuna-cakalang sebesar 1,04 miliar dolar AS atau Rp 17,5 triliun (16,5 persen), cumi-sotong-gurita 889,73 juta dolar AS atau Rp 14,9 triliun (14,2 persen), rajungan-kepiting 507,74 juta dolar AS atau Rp 8,6 triliun (8,1 persen), serta rumput laut 315,62 juta dolar AS atau Rp 5,3 triliun (5,0 persen).

Selain peningkatan ekspor, KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 mengalami surplus 5,60 miliar dolar AS atau Rp 94,2 triliun, naik 3,0 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap menjadi negara nett exporter produk perikanan,” tutur Machmud.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News