Ekspor Alas Kaki RI Tembus USD7,98 Miliar

JAKARTA, 12 ARPRIL 2026 – VNNMedia – Industri alas kaki Indonesia semakin menunjukkan dominasinya di pasar global. Di tengah perubahan rantai pasok dunia dan dinamika perdagangan internasional, Indonesia kini tercatat sebagai eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia dengan nilai ekspor mencapai USD7,98 miliar sepanjang 2025.

Momentum pertumbuhan ini akan diperkuat melalui gelaran perdana Indonesia Footwear Summit 2026 yang berlangsung pada 13–15 April 2026 di Jakarta. Forum internasional ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri global, mulai dari merek ternama, produsen, pemasok bahan baku, investor, hingga perusahaan teknologi manufaktur.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ECV International dan Asosiasi Persepatuan Indonesia, dengan tujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan pengembangan industri alas kaki dunia.

Ketua Umum APRISINDO, Anton J. Supit, mengungkapkan bahwa ekspor alas kaki Indonesia terus mencatat pertumbuhan signifikan. Pada 2025, nilai ekspor naik 9,54 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara dalam periode 2020–2025 peningkatan total mencapai lebih dari 65 persen.

Menurut Anton, volume ekspor Indonesia kini mencapai sekitar 601 juta pasang sepatu, mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat di pasar internasional.

Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan kontribusi sekitar USD2,8 miliar atau 30 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Uni Eropa sebesar USD1,76 miliar, disusul China senilai USD504 juta, serta lebih dari 130 negara tujuan ekspor lainnya.

Anton menilai, dinamika geopolitik global termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat justru membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi basis produksi utama berbagai merek internasional.

Peluang itu juga diperkuat dengan negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang berpotensi memperluas akses pasar melalui penurunan tarif ekspor ke Eropa.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina APRISINDO, Eddy Widjanarko, menegaskan bahwa summit ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sourcing dan produksi alas kaki global.

Menurut Eddy, industri alas kaki nasional telah memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi sepatu berstandar internasional, baik untuk merek global maupun pasar domestik. Bahkan, pelaku UMKM dan industri kecil menengah kini mulai menembus pasar ekspor.

“Relokasi dan diversifikasi rantai pasok global mendorong semakin banyak perusahaan internasional memperluas investasi di Indonesia,” ujarnya.

Melalui Indonesia Footwear Summit 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat daya saing global, memperluas pasar ekspor, dan mendorong industri alas kaki yang inovatif, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan perkembangan industri dunia.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News