
SURABAYA, 13 MARET 2026 – VNNMedia – Perekonomian Surabaya menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025. Data terbaru Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya mencapai 5,87 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,76 persen.
Berdasarkan rilis BPS Kota Surabaya pada 27 Februari 2026, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota tersebut mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) pada 2025.
Wali Kota Eri Cahyadi menilai capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi Surabaya yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional maupun ketidakpastian global.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kota ditopang oleh berbagai sektor usaha serta peran aktif masyarakat dalam menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemkot akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujar Eri, Kamis (12/3/2026).
Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 26,97 persen terhadap perekonomian kota.
Kontribusi berikutnya berasal dari industri pengolahan sebesar 19,59 persen, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 16,71 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi 59,97 persen terhadap PDRB. Di posisi kedua terdapat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,25 persen, yang mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi di kota tersebut.
Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan pemerintah kota akan terus memperkuat berbagai program pembangunan ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan database pelaku ekonomi kreatif sebagai dasar perumusan kebijakan dan penguatan jaringan usaha di Surabaya.
Selain itu, Pemkot juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp5 juta per RW. Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di tingkat kampung.
Di sektor pariwisata, pemerintah kota juga mempercepat pengembangan kawasan strategis, termasuk penataan kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) menjadi ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan aktivitas seni, budaya, dan kuliner masyarakat.
Pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta Kampung Pancasila juga terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Irvan menilai program tersebut mampu mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, serta kreativitas masyarakat sehingga kawasan kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan ekonomi lokal.
Pemkot Surabaya optimistis sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat akan menjaga pertumbuhan ekonomi kota tetap inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News