
JAKARTA, 15 September 2025 – VNNMedia – PT Merdeka Gold Resources Tbk (“MGR”), anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (“MCG” atau “BEI: MDKA”), secara resmi telah mendapatkan persetujuan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran awal (bookbuilding) sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
IPO MGR ini merupakan langkah strategis MCG untuk mengoptimalkan nilai intrinsik MGR dan aset-asetnya, dengan menghadirkan transparansi yang lebih besar, meningkatkan likuiditas, serta memperluas akses terhadap peluang pertumbuhan.
Dalam IPO ini, MGR menawarkan sebanyak-banyaknya 1.618.023.300 saham biasa dengan total nilai penawaran umum perdana saham ini mencapai sebesar-besarnya Rp4,886 triliun. Saham ini mewakili sebesar-besarnya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Masa bookbuilding dimulai pada 8–10 September 2025, sementara masa penawaran umum diharapkan dapat dilangsungkan pada 17–19 September 2025, dengan pencatatan perdana saham MGR di BEI dijadwalkan pada 23 September 2025. Adapun, penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas.
Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung kegiatan modal kerja kegiatan operasional anak-anak perusahaan MGR yang melakukan kegiatan usaha di bidang penambangan dan pengolahan bijih emas, serta akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman MGR.
“Proyek Emas Pani memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta ounces emas dan dirancang menjadi tambang berbiaya rendah dengan umur panjang. Dengan dukungan teknologi pertambangan berkelanjutan dan praktik ESG yang konsisten, kami optimistis Proyek Emas Pani akan memberikan nilai tambah jangka panjang, tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dan Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin.
Proyek Emas Pani dirancang sebagai tambang multidekade dengan kapasitas pemrosesan hingga 19 juta ton bijih emas per tahun. Proyek Emas Pani pada awalnya akan mengoperasikan fasilitas heap leach berkapasitas 7 juta ton bijih emas per tahun yang akan mulai beroperasi pada Desember 2025 dengan produksi puncak sekitar 140.000–150.000 ounces emas per tahun pada periode 2026 hingga 2030.
Selanjutnya, fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) akan dikembangkan secara bertahap mulai 2029 hingga 2032 dengan kapasitas pemrosesan hingga 12 juta ton bijih emas per tahun untuk memproduksi maksimal 355.000 ounces emas per tahun.
Hingga Juni 2025, perkembangan pembangunan fasilitas heap leach telah mencapai 67% dan tetap sesuai jadwal (on track) untuk memulai produksi emas pertama pada kuartal pertama 2026. Seluruh kebutuhan pendanaan proyek tahap awal ini juga telah terpenuhi.
Jika beroperasi penuh, Proyek Emas Pani diproyeksikan mencapai produksi puncak 500.000 ounces emas per tahun, menjadikannya motor baru pertumbuhan kinerja MDKA sekaligus kontributor penting bagi industri emas nasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News