Dukung Pangan Nasional 2026, Poktan Suka Maju Saronggi Sukses Panen Jagung Varietas Baru

SUMENEP, 11 Februari 2026 – VNNMedia – Kelompok Tani (Poktan) Suka Maju sukses menggelar panen demplot jagung varietas Bio Seed B59, di lahan tegalan Dusun Semtani, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. 

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2026.

Hasil panen perdana, menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan pengukuran ubinan (2,50 x 2,50 meter), lahan tersebut menghasilkan 37 tongkol jagung dengan berat mencapai 9,59 kilogram. Jika dikonversi, hasil produksi ini setara dengan 15,34 ton per hektar, sebuah pencapaian besar untuk produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Sumenep.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Saronggi, A. Zaini, mengungkapkan, varietas Bio Seed B59 ini merupakan proyek percontohan yang sangat menjanjikan bagi petani lokal.

“Kegiatan ini adalah percontohan sebelum Panen Raya. Bibit Bio Seed B59 terbukti sebagai bibit unggulan yang tahan hama. Meski modalnya sama dengan bibit lain, hasil produksinya jauh lebih meningkat dengan kualitas yang sangat bagus,” ujar A. Zaini dalam sambutannya, Rabu (11/02/2026).

Kapolsek Saronggi, AKP Edy Hariyanto, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mengawal stabilitas pangan di tingkat kecamatan.

“Panen jagung ini adalah bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah RI terkait Ketahanan Swasembada Pangan Nasional. Ini pertama kalinya Bio Seed B59 ditanam di Kecamatan Saronggi, dan kami berharap bibit unggul ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui produksi yang melimpah,” jelas AKP Edy Hariyanto.

Sementara itu, perwakilan Manager K-Link Bioboost + As Humaf (Pupuk Hayati) Prasat – Bio Seed B59 Surabaya, Hendro Setiawan mengenalkan tanaman Bibit Jagung Bio Seed B59 sekaligus mengedukasi tentang pembenahan tanah. Jadi bukan sekadar menanam, namun bagaimana cara merawat tanah atau konservasi lahan, sehingga tanah tetap terjaga dan terpelihara kesuburannya.

“Kami membawa dua program ke lapangan, yakni mengenalkan bibit Bio Seed B59 dan memberikan edukasi mengenai pembenahan tanah. Jadi, petani tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga merawat kesuburan tanah atau konservasi lahan agar produktivitasnya terjaga dalam jangka panjang,” jelasnya. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia