
Surabaya, Kamis 26 Februari 2026 – VNNMedia – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyiapkan pembentukan koperasi serba usaha sebagai langkah untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi atlet serta insan olahraga di Jawa Timur.
Program tersebut diharapkan menjadi solusi dalam mendukung kesejahteraan atlet, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
“Kami ingin menghadirkan peran nyata KONI bagi atlet dan insan olahraga agar mereka memiliki kemudahan dalam menunjang aktivitas serta kehidupan ekonominya,” ujar Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, Kamis (26/2/2026).
Nabil menegaskan bahwa koperasi tersebut akan dibangun dengan asas manfaat dan menyasar seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pimpinan cabang olahraga (cabor), atlet, hingga jajaran KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Ia menuturkan koperasi ini dirancang bukan sekadar unit simpan pinjam melainkan akan dikembangkan menjadi koperasi serba usaha dengan berbagai lini bisnis produktif.
Atlet yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan (athletepreneur) akan dilibatkan sebagai penggerak utama unit usaha.
“Teman-teman atlet yang sudah dilatih sebagai entrepreneur akan kami fungsikan sebagai leading sector dalam kegiatan usaha koperasi. Ini kegiatan nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Skema ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi olahraga yang mandiri, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi atlet.
Selain itu, program ini akan mendapat pendampingan dari Pusat Koperasi Usaha Daerah Jawa Timur (Puskud Jatim).
Direktur Puskud Jatim, Aida Fitri, memastikan pihaknya akan mengawal seluruh tahapan, mulai dari legalitas hingga pengembangan usaha.
“Puskud Jatim akan mendukung sepenuhnya berdirinya koperasi KONI skala Provinsi Jawa Timur, termasuk perizinan dan pengembangan unit usahanya,” kata Aida.
Ia menjelaskan, koperasi akan membuka berbagai bidang usaha, seperti simpan pinjam, jasa keuangan, perdagangan sembako, beras, minyak goreng, hingga sektor usaha lain yang dikelola secara kolaboratif.
Salah satu fokus utama koperasi ini adalah memberdayakan atlet purna agar tetap produktif secara ekonomi. Dengan sistem koperasi, para mantan atlet diharapkan dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri.
“Kami ingin membuka ruang besar pemberdayaan ekonomi sehingga atlet-atlet purna dapat menjadi entrepreneur dan mandiri secara finansial,” tambah Aida.
Pembentukan koperasi ini menjadi bagian dari komitmen KONI Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan atlet secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada prestasi olahraga, tetapi juga berupaya membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi seluruh ekosistem olahraga di Jawa Timur.
Jika terealisasi sesuai rencana, koperasi ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi atlet di tingkat daerah yang dapat direplikasi di provinsi lain di Indonesia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News