DOJ Klaim Transparansi Berkas Epstein Meski Dikritik

Washington DC, Senin 16 Februari 2026-VNNMedia- Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyatakan telah merilis seluruh dokumen yang diwajibkan oleh Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, namun langkah ini justru memicu kritik keras dari sejumlah anggota parlemen

Dalam surat yang dikirimkan oleh Jaksa Agung Pam Bondi dan wakilnya Todd Blanche kepada Kongres pada Sabtu lalu, ditegaskan bahwa tidak ada catatan yang ditahan demi kepentingan politik maupun reputasi

Dokumen yang dirilis mencakup jutaan berkas investigasi serta daftar nama tokoh berpengaruh, termasuk Donald Trump, Bill Gates, hingga Bill Clinton. Meski nama-nama tersebut muncul dalam berbagai konteks hubungan masa lalu dengan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell, pihak DoJ menekankan bahwa kemunculan nama tersebut tidak serta-merta menyiratkan adanya kesalahan hukum

Namun, transparansi ini dinilai belum cukup oleh para perumus undang-undang tersebut. Perwakilan Partai Republik, Thomas Massie, menuntut agar DOJ juga membuka memo internal terkait alasan di balik keputusan masa lalu untuk tidak menuntut rekan-rekan Epstein

Di sisi lain, Perwakilan Demokrat Ro Khanna menuduh DOJ sengaja mengaburkan fakta dengan mencampuradukkan nama-nama predator seksual dengan individu yang tidak relevan secara hukum, seperti musisi legendaris Janis Joplin dan Elvis Presley yang telah lama tiada

Selain masalah klasifikasi nama, rilis berkas ini juga menuai kecaman karena sempat terjadi kesalahan teknis yang memperlihatkan foto-foto sensitif serta identitas yang dapat membahayakan privasi para korban. Para anggota parlemen kini mendesak Departemen Kehakiman untuk menghentikan perlindungan terhadap predator dan membuka seluruh akses informasi tanpa pengecualian

sumber: bbc

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News