Dishub Malang: FLLAJ Bahas Penataan Jalan Merdeka Selatan dan Rekayasa Lalin Lebaran

MALANG, 4 Maret 2026 – VNNMedia – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) di Mini Block Office (MBO) Lantai 4 Balai Kota Malang, Selasa (3/3/2026). Rakor ini membahas dua agenda utama, yakni evaluasi penataan arus lalu lintas di kawasan Jalan Merdeka Selatan serta persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Kepala Dishub Kota Malang, R. Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penataan kawasan Jalan Merdeka Selatan tetap mempertahankan fungsi badan jalan tanpa dilakukan penutupan. Penataan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar lebih tertib dan tidak mengganggu kelancaran kendaraan.

“Penataan arus lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan tetap menggunakan badan jalan yang ada. Untuk PKL, penempatannya akan ditata lebih rapi di sisi utara merapat ke Alun-Alun dan di depan Kantor Pos,” jelasnya.

PKL direncanakan menghadap ke arah trotoar atau ke selatan guna memberikan kenyamanan bagi pembeli sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut juga akan bersifat situasional, menyesuaikan dengan tingkat kepadatan, terutama pada periode libur Lebaran.

Terkait arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Dishub Kota Malang memprediksi adanya penurunan volume pergerakan masyarakat sebesar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan tren nasional yang memproyeksikan jumlah pemudik mencapai 143,6 juta orang.

Menurut pria yang kerap disapa Jaya itu, sejumlah faktor memengaruhi penurunan tersebut, di antaranya musim penghujan serta kecenderungan masyarakat untuk menghemat biaya perjalanan. Selain itu, pihaknya juga mengikuti arahan nasional serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perhubungan dan Kapolri terkait pembatasan operasional angkutan berat yang melintasi wilayah kota.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Dishub Kota Malang bersama Polresta Malang Kota menyiapkan tujuh pos yang terdiri atas Pos Pantau, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 13–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Kota Malang kembali menghadirkan program mudik gratis bagi warga ber-KTP Kota Malang. Meski terdapat keterbatasan anggaran daerah, program ini dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak swasta, yakni PT Bagong, Bank Jatim, Polinema, Pelita Mas, dan Juragan 99.

Sebanyak enam unit bus dengan total kapasitas 224 penumpang disiapkan untuk melayani tiga rute utama, yaitu Malang–Madura, Malang–Jember–Banyuwangi, serta Malang–Ponorogo–Pacitan. Keberangkatan direncanakan mulai 17 Maret 2026 dan diprioritaskan bagi warga ber-KTP Kota Malang dengan rute berdasarkan tingkat kebutuhan tertinggi.

Sebagai penutup, Widjaja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan kepadatan seperti kawasan Kayutangan Heritage, pusat perbelanjaan, serta jalur nasional dan provinsi yang melintasi Kota Malang.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia