
Los Angeles, Rabu 18 Februari 2026-VNNMedia- Raksasa teknologi asal China, ByteDance, berkomitmen untuk membatasi alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI) mereka, Seedance. Langkah ini diambil setelah munculnya ancaman tindakan hukum dari Disney serta gelombang protes dari berbagai raksasa hiburan Hollywood terkait pelanggaran hak cipta
baca juga: Hollywood Kecam Keras Model Video AI Buatan ByteDance
Ketegangan bermula setelah peluncuran Seedance 2.0 pada 12 Februari 2026 yang viral karena kemampuannya menghasilkan video sangat realistis. Namun, video-video tersebut kedapatan menggunakan karakter ikonik secara tidak sah
Disney bahkan telah mengirimkan surat peringatan keras yang menuduh ByteDance melakukan “perampokan virtual” terhadap kekayaan intelektual mereka, termasuk karakter dari Marvel, Star Wars, dan Pixar.
Menanggapi hal tersebut, ByteDance menyatakan kepada BBC bahwa mereka menghormati hak kekayaan intelektual dan tengah memperkuat sistem perlindungan pada platform Seedance. Perusahaan berjanji akan mencegah pengguna menyalahgunakan citra atau karakter berhak cipta, meskipun mereka belum merinci langkah teknis yang akan diambil
Kecaman tidak hanya datang dari Disney. Motion Picture Association-yang mewakili Netflix, Warner Bros Discovery, dan Paramount- menuntut penghentian segera aktivitas pelanggaran tersebut. Selain itu, serikat aktor Sag-Aftra menyebut tindakan Seedance sebagai pelanggaran terang-terangan
Di Asia, pemerintah Jepang juga mulai melakukan penyelidikan setelah video AI yang menampilkan karakter anime populer beredar luas di internet
Kasus ini menambah panjang daftar konflik antara industri kreatif dan pengembang AI. Sebelumnya, Disney telah menggugat generator gambar Midjourney dan memilih bekerja sama secara resmi dengan OpenAI lewat kesepakatan senilai US$1 miliar
Melalui ancaman hukum terhadap ByteDance, studio-studio besar tampaknya ingin menegaskan bahwa penggunaan konten mereka untuk pelatihan AI tidak bisa dilakukan secara cuma-cuma
sumber: bbc
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News