Didukung Bogasari, SMKN 3 Sukabumi Produksi Ribuan Kue Lebaran Raup Omzet Ratusan Juta

SUKABUMI, 12 APRIL 2026 – VNNMedia – Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMKN 3 Sukabumi kembali mencatat capaian positif menjelang Ramadan 1447 H. Berkat dukungan dari Bogasari, sekolah ini berhasil memproduksi 3.124 toples aneka kue kering Lebaran dengan total omzet mencapai sekitar Rp210 juta.

Produksi tahun ini menjadi yang kelima sejak kerja sama resmi antara SMKN 3 Sukabumi dan Bogasari dimulai pada 2022. Secara keseluruhan, ini merupakan produksi keenam sejak TEFA Culinary
berjalan pada 2021.

Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, mengatakan pendampingan dari Bogasari telah mendorong peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi.

Menurut Ira, Bogasari tidak hanya memberikan dukungan teori, tetapi juga praktik langsung, termasuk penyediaan bahan baku berupa 10 sak tepung Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru yang telah terfortifikasi vitamin dan nutrisi.

“Dukungan Bogasari sangat besar terhadap kemajuan sekolah kami. Produk yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas sekaligus bernilai gizi lebih baik,” ujarnya.

Program TEFA Culinary dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi teknis atau hard skills sesuai kebutuhan industri kuliner. Dalam proses ini, siswa belajar standar operasional perusahaan, penggunaan peralatan industri, hingga proses produksi sesuai standar bisnis profesional.

Tak hanya itu, siswa juga dilatih soft skills seperti disiplin, kerja sama tim, komunikasi, koordinasi antardivisi, hingga kesiapan mental memasuki dunia kerja. Menariknya, mereka juga dilibatkan dalam promosi, penjualan, dan pelayanan konsumen sehingga jiwa kewirausahaan tumbuh sejak dini.

Produksi Ramadan tahun ini melibatkan 10 guru, 3 asisten, dan 140 siswa SMKN 3 Sukabumi. Hal istimewa lainnya, TEFA Culinary kali ini juga melibatkan delapan siswa tuna rungu dari SLB Handayani Sukabumi.

Ira menjelaskan, pelibatan siswa SLB bertujuan agar mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk berwirausaha mandiri di masa depan.

Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, mengapresiasi komitmen SMKN 3 Sukabumi yang konsisten mengembangkan kompetensi siswa dan guru sejak kemitraan dimulai pada September 2022.

Menurutnya, keberhasilan produksi yang terus meningkat serta keterlibatan siswa berkebutuhan khusus menjadi indikator suksesnya pendampingan kurikulum tata boga dari Bogasari.

“Peningkatan kompetensi, pembentukan jiwa wirausaha, dan kepedulian terhadap siswa SLB sangat selaras dengan visi Bogasari,” kata Anwar.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena SMKN 3 Sukabumi terpilih sebagai model inovasi pembelajaran cookies oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selama proses produksi, delapan siswa tuna rungu didampingi satu guru dari SLB Handayani untuk mempermudah komunikasi. Kegiatan produksi berlangsung dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan menghasilkan delapan jenis kue kering, yakni kastengel, cokelat stik, palm cheese, sagu keju, putri salju, rainbow cookies, black cookies, dan nastar.

Produk dijual dengan harga bervariasi mulai Rp35 ribu hingga Rp97 ribu per toples, dan dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor, hingga Jakarta.

Ira menambahkan, seluruh omzet sebesar Rp210 juta akan digunakan kembali untuk pengembangan sekolah, termasuk peningkatan kompetensi guru dan siswa serta penguatan sarana-prasarana TEFA Culinary.

“Ini bagian dari pembelajaran, sehingga siswa dan guru tidak menerima honor. Namun khusus siswa, kami memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi,” tutup Ira.

Baca Berita Menarik Lainnya di Googe News