Dengan STS Kalbut, Pertamina Jaga Pasokan Energi Tetap Aman

SURABAYA, 12 APRIL 2026 – VNNmedia – Pertamina Patra Niaga memastikan kesinambungan pasokan LPG nasional tetap terjaga melalui optimalisasi distribusi energi dari fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Situbondo, Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi salah satu simpul utama distribusi LPG yang menopang kebutuhan energi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur distribusi LPG melalui sistem terintegrasi, mulai dari armada kapal laut, skid tank untuk distribusi darat, hingga pengawasan ketat di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta pangkalan resmi.

STS Kalbut yang berada di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, merupakan pusat transfer LPG dari kapal tanker induk ke kapal-kapal berukuran lebih kecil yang selanjutnya mendistribusikan gas ke berbagai terminal LPG di Indonesia. Fasilitas seluas 3,92 kilometer persegi ini telah beroperasi sejak 1995 dan menjadi bagian penting dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa STS Kalbut memiliki peran strategis dalam menopang distribusi LPG tidak hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG nasional,” ujar Ahad.

Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut menopang distribusi ke sejumlah terminal penting seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima. Suplai reguler yang dilayani memiliki variasi tonase kapal mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton.

Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo bermuatan 44.839 metrik ton di STS Kalbut. Muatan tersebut segera didistribusikan ke beberapa titik utama, yakni Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi.

Untuk Gresik, suplai sebesar 10.000 metrik ton dijadwalkan tiba pada 12 April, ditambah tambahan pasokan 1.000 metrik ton dari kilang TPPI yang sudah tiba lebih dahulu. Sementara itu, Surabaya telah menerima 8.000 metrik ton sejak 10 April dan sedang dalam proses bongkar. Banyuwangi juga dijadwalkan menerima 2.500 metrik ton pada 11 April.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan distribusi dan kecukupan stok LPG nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.

“Melalui STS Kalbut, kami memastikan pasokan LPG berjalan aman, lancar, dan mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” tutup Ahad.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News