Danantara Indonesia Pacu Investasi Strategis untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

JAKARTA, 15 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Danantara Indonesia menegaskan perannya sebagai motor investasi strategis nasional guna menopang target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Upaya tersebut ditempuh melalui penguatan pipeline proyek lintas sektor, perluasan kemitraan global, serta percepatan program hilirisasi.

Komitmen ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (13/2/2026). Forum tersebut dihadiri ekonom, lembaga keuangan, investor, serta pelaku industri.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti capaian awal kinerja Danantara Indonesia yang dinilainya menunjukkan hasil signifikan.

“Belum genap satu tahun, namun dari laporan sementara yang saya terima, hasil efisiensi dan reformasi yang Danantara jalankan sudah menunjukkan peningkatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini capaian yang luar biasa, tetapi tidak boleh membuat kita cepat puas,” ujar Presiden.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani
menegaskan bahwa setiap investasi yang dijalankan diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi riil.

“Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan mendorong transformasi ekonomi nasional,” kata Rosan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029.

Adapun realisasi investasi nasional sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun dengan penyerapan lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.

Hilirisasi menjadi pilar utama strategi investasi. Sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Danantara Indonesia saat ini menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS, mencakup proyek hilirisasi mineral, energi baru dan terbarukan, agrikultur, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy).

Beberapa proyek strategis yang tengah disiapkan antara lain pengembangan fasilitas waste-to-energy di 33 kota, investasi agrikultur terintegrasi, pembangunan platform data center bersama operator global, proyek bioethanol, bioavtur, dan DME, serta penguatan industri pangan termasuk poultry dan pengolahan garam.

Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor tersebut memiliki potensi investasi sekitar USD 26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Di tingkat global, Danantara Indonesia juga aktif memperluas kemitraan strategis dengan berbagai sovereign wealth fund dan lembaga keuangan internasional.

Kepercayaan investor global tercermin dari peringkat kredit Danantara Investment Management yang memperoleh rating BBB dengan outlook stabil, sejalan dengan peringkat kredit kedaulatan Indonesia.

“Setiap investasi harus memiliki multiplier effect: industri tumbuh, teknologi berpindah, lapangan kerja tercipta, dan kapasitas nasional meningkat,” tegas Rosan.

Menurutnya, momentum reformasi ekonomi harus terus dijaga agar arus investasi tetap kuat dan berdampak langsung pada pertumbuhan industri serta kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia memiliki fondasi yang kuat. Tugas kita adalah memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi investasi riil dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Rosan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News