
New York City, Kamis 26 Februari 2026-VNNMedia- Organisasi jurnalis dunia (Committee to Protect Journalists/CPJ) mengungkap sebanyak 129 jurnalis media dibunuh saat bertugas, selama tahun 2025
Laporan yang dirilis pada hari Rabu (25/2) itu, lebih lanjut menyatakan jika sekitar 60% atau dua per tiga dari total pembunuhan terhadap wartawan itu, dilakukan oleh Israel pada agresi militernya di Jalur gaza
Diungkap juga bahwa jurnalis yang tewas tersebut didominasi wartawan Palestina yang melakukan peliputan di Gaza
“Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan sangat banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelaku,” ujar CEO CPJ Jodie Ginsberg
“Kita semua terpapar resiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka,” tambahnya
Angka ini menjadikan 2025 sebagai tahun paling mematikan bagi pekerja media setelah sebelumnya tahun 2024 mencatat 126 korban jiwa, menandai puncak tertinggi kekerasan terhadap pers sejak pendataan dimulai tahun 1992
Filipina menjadi negara dengan kasus pembunuhan wartawan terbanyak di Asia (3 kasus) dan menempatkannya di posisi kelima secara global
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News