
Manila, 29 April 2025-VNNMedia- Terumbu karang Tiexian atau lebih dikenal sebagai Sandy Cay di kepulauan Spratly yang terletak di Laut China Selatan, tiba-tiba menjadi objek utama saling klaim dua negara, Filipina dan China
Pada Senin (28/4), keduanya saling berbalas sindiran. Manila menuduh Beijing telah mengintimidasi dan melecehkan lewat media CCTV. Filipina menegaskan bahwa laporan media yang menyebutkan bahwa pasukan China telah menguasai terumbu karang di kepulauan itu adalah bohong belaka
Manila mengatakan telah mengirimkan tim untuk ke lokasi namun tidak menemukan tanda-tanda adanya pasukan yang dimaksud. Diketahui pada Jumat lalu, media milik Beijing, CCTV, mengatakan jika penjaga pantainya telah mendarat di Sandy Cay sebagai bagian dari operasi pengendalian maritim untuk melaksanakan kedaulatannya, tanpa menyebutkan menduduki terumbu karang itu
Dalam laporannya CCTV juga menunjukkan foto pasukan berseragam mengibarkan bendera China, setelah tiba di tempat tersebut dengan menggunakan perahu karet
Manila juga tak mau kalah dengan merilis foto pelaut Filipina memegang bendera negara tersebut di atas terumbu karang yang disengketakan sembari mengatakan bahwa tim mereka hanya menemukan gundukan pasir di Sandy Cay pada hari Minggu
Sementara Beijing memperkuat laporan CCTV dengan menegaskan bahwa Sandy Cay merupakan bagian dari wilayah China dan mengatakan bahwa tindakan itu merupakan kegiatan perlindungan hak asasi dan penegakan hukum
Kepulauan Spratly sendiri merupakan wilayah yang diperebutkan oleh beberapa negara di kawasan Laut China Selatan, diantaranya Brunei, China, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam
Namun tidak ada satu negara pun yang secara tunggal diakui internasional memiliki kedaulatan penuh atas seluruh kepulauan tersebut
sumber: The Straits Times
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News