
Beijing, Rabu 23 Juli 2025-VNNMedia- Bendungan raksasa yang diklaim sebagai terbesar di dunia, akan segera dibangun oleh pemerintah China. Bendungan tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Menurut Perdana Menteri (PM) Li Qiang, bendungan tersebut merupakan salah satu megaproyek yang telah dicanangkan sejak tahun 2020 dan merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah China
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa nantinya akan ada lima PLTA bertingkat ynag diperkirakan akan menghasilkan 300 juta megawatt jam listrik per tahun. Beijing dikabarkan menggelontorkan dana hingga 1,2 triliun yuan (setara US$167,25 miliar)
Mengutip The Guardian, bendungan raksasa itu akan dibangun di sekitar sungai Yarlung Tsangpo yang terletak Daerah Otonomi Tibet. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Tibet dan mengalir ke arah timur melintasi Dataran Tinggi Tibet
Setelah meninggalkan Tibet, sungai ini memasuki India dan dikenal sebagai Sungai Brahmaputra, kemudian mengalir ke Bangladesh di mana ia dikenal sebagai Sungai Jamuna, sebelum akhirnya bergabung dengan Sungai Gangga dan bermuara ke Teluk Benggala
India dan Bangladesh sempat menyatakan keberatan kepada pemerintah China atas rencana pembangunan bendungan itu, pada bulan Desember. Menurut mereka, proyek tersebut diperkirakan akan tertahan dan menyebabkan banjir
Selain itu, aktivis lingkungan juga menyebut keberadaan bendungan berpotensi mengganggu habitat satwa liar di area tersebut, menyebabkan pergeseran tektonik signifikan, tanah longsor parah serta geografi ekstrem di lokasi bendungan dibangun
Dalam perkembangan terbaru, PM Li mengatakan bahwa proyek bendungan akan menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah tersebut serta dapat meningkatkan pasokan energi domestik dan memacu pembangunan di sektor energi terbarukan. “Penekanan khusus harus diberikan pada konservasi ekologi untuk mencegah kerusakan lingkungan,” jelasnya
Sebagai informasi, China saat ini tengah menjalankan ekspansi energi terbarukan secara masif dalam upaya memenuhi target pengurangan emisi dan menstabilkan pasokan listrik
China sendiri menempati peringkat paling atas dalam daftar negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, diikuti Amerika Serikat, India, Rusia dan Jepang
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News