
Bojonegoro, 3 Juni 2025, VNNMedia – Pancasila adalah jangkar yang selama delapan dekade telah menjaga kerukunan bangsa, meskipun diterpa berbagai tantangan. Hal ini sampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat menjadi inspektur upacara pada puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun setempat.
Bupati Sugiri kembali menegaskan bahwa jika lima sila dalam Pancasila diperas, maka yang lahir adalah gotong royong. Sikap gotong royong telah tumbuh dan mengakar di Ponorogo, sehingga Ponorogo ini menjadi tempat tinggal yang damai dan penuh toleransi. Dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila, maka Ponorogo akan hebat dengan modal kerukunan, persatuan, dan kasih sayangnya. Ini adalah cara terbaik untuk membangun Ponorogo ke depan.
‘’Kerukunan antar umat beragama terjaga harmonis selama ini. Kita rangkul keberagaman, mengubur gengsi dan ego sektoral, serta perkuat identitas bangsa untuk membangun masyarakat yang berkarakter,’’ ujar Bupati Sugiri, seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Ponorogo, Selasa (3/6/2025).
Bupati juga menyampaikan tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Yakni, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pembangunan infrastruktur, serta mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp.1triliun. Pemkab bersama DPRD Ponorogo sedang menggodok arah pembangunan lima tahun ke depan yang akan bermuara terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat. ‘’Kami berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap lini kehidupan, demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera,’’ pungkasnya.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia