
JAKARTA, 13 APRIL 2026 – VNNMedia – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka Program Grant Riset 2026 untuk mendorong lahirnya inovasi riset yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pengembangan sektor perkebunan nasional.
Program yang dijalankan oleh BPDP, salah satu Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, ini difokuskan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan industri perkebunan, khususnya pada komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Melalui skema pendanaan ini, BPDP berharap hasil riset dapat memperkuat rantai industri perkebunan dari hulu hingga hilir, sekaligus membuka peluang terciptanya produk baru bernilai tambah dan pasar baru yang lebih kompetitif.
BPDP mengundang lembaga penelitian dan pengembangan di seluruh Indonesia untuk mengajukan proposal riset melalui laman resmi program-riset.bpdp.or.id, dengan batas akhir pendaftaran pada 30 Juni 2026.
Adapun bidang riset yang menjadi prioritas dalam Program Grant Riset 2026 meliputi bioenergi, biomaterial dan oleokimia, pangan, pakan dan kesehatan, lahan serta budidaya, pascapanen dan pengolahan, pengolahan limbah dan lingkungan, hingga sosial ekonomi, bisnis, pasar, dan teknologi informasi komunikasi.
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada inovasi teknologi, tetapi juga penguatan aspek ekonomi, tata kelola industri, dan keberlanjutan lingkungan di sektor perkebunan.
BPDP menegaskan pelaksanaan grant riset dilakukan dengan prinsip Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan (BAIK), sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi serta mendukung zona integritas bebas korupsi.
Dengan dibukanya program ini, BPDP berharap partisipasi akademisi, peneliti, dan praktisi semakin luas sehingga mampu melahirkan inovasi strategis yang meningkatkan daya saing perkebunan Indonesia di pasar global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News