
SURABAYA, 18 MARET 2026 – VNNMedia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Senin (16/3/2026) bekerja sama dengan BMKG Juanda.
Pelaksanaan OMC perdana dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ dengan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Timur yang dinilai rawan, di antaranya kawasan Tapal Kuda dan wilayah selatan seperti Situbondo, Jember, hingga Banyuwangi. Selain itu, penyemaian awan juga dilakukan di wilayah Tuban dan Mojokerto.
Pada hari pertama, operasi dilakukan sebanyak tiga sortie dengan total bahan semai mencapai 2.800 kilogram kalsium oksida (CaO). Kegiatan ini mencatat total durasi penerbangan selama 5 jam 20 menit.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bahkan turut serta dalam penerbangan perdana yang berlangsung pukul 12.14 WIB hingga 14.17 WIB. Pada sortie pertama tersebut, penyemaian difokuskan di wilayah Situbondo dan Banyuwangi bagian utara.
Gatot menjelaskan, pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam upaya menekan risiko bencana hidrometeorologi selama periode Lebaran.
“OMC ini dilakukan untuk mengurangi potensi bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Sementara itu, sortie kedua dilakukan di wilayah udara Tuban dan sortie ketiga di Mojokerto, sebagai bagian dari strategi pemerataan intervensi cuaca di sejumlah titik rawan.
BPBD Jatim menargetkan operasi modifikasi cuaca ini berlangsung selama 10 hari, hingga H+5 Lebaran atau 26 Maret 2026. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi curah hujan ekstrem yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Hari Raya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News