
Jakarta, Minggu 20 Juli 2025-VNNMedia- Pemerintah memastikan bahwa tarif impor Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen tidak akan mengganggu rencana investasi raksasa teknologi Apple ke Indonesia
Seperti diungkap Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno, bahwa meski Indonesia diganjar tarif 19 persen, namun tidak menyurutkan niat Apple untuk membangun pabriknya di Indonesia
Ia juga mengungkap bahwa perusahaan tersebut telah membeli tanah untuk pembangunan pabrik AirTag di Batam. “Kalau kami optimis ya, bahwa investasi yang sudah direncanakan, apalagi sebenarnya mungkin pak Menteri (Menteri BKPM Rosan Perkasa Roeslani) juga dalam beberapa kesempatan sudah menyampaikan bahwa Apple itu sudah membeli (tanah),” kata Riyatno
“Untuk rencana investasi di Batam, menurut saya kami akan tetap dilanjutkan ya,” tambahnya, ditemui di kantor Kementerian UMKM pada hari Jumat
Lebih lanjut Riyatno menjelaskan, “Menurut kami akan tetap dilanjutkan ya. Maksudnya kemungkinan besar akan diteruskan.”
Sebagai informasi, Apple berencana merogoh kocek hingga US$150 juta (setara Rp2,44 triliun) untuk membangun pabrik AirTag di Batam sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Pabrik di Batam tersebut direncanakan akan memasok 65 persen kebutuhan AirTag global, dimana Apple akan menggandeng mitra globalnya, ICT Luxshare
Selain di Batam, baru-baru ini ada kabar bahwa Apple akan menyiapkan satu lini produksi di PT. Long Harmony Industry di Bandung. Lini produksi ini akan fokus pada pembuatan kain mesh, yang merupakan komponen penting untuk produk AirPods Max milik Apple
Perusahaan itu juga akan membawa hard cash sebesar US$160 juta dalam upaya pemenuhan kewajiban TKDN skema 3 atau investasi inovasi
Dari rangkaian komitmen investasi itu, Apple berhasil mengantongi sertfikasi TKDN yang membuatnya sukses menjual iPhone 16 secara resmi di Indonesia
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News