
SURABAYA, 27 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi dan 38 pemerintah kabupaten/kota memperkuat sinergi pengendalian inflasi guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (26/2/2026). Forum ini melibatkan Satgas Pangan dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya penanganan struktural lonjakan harga pangan yang kerap terjadi saat Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan konsolidasi lintas pimpinan daerah menjadi kunci menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan.
Ia menyoroti masih adanya disparitas harga dan pasokan antardaerah di Jawa Timur, sehingga sinergi intradaerah dinilai krusial untuk memastikan kecukupan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
HLM bertemaMenjaga Stabilitas Harga dan Optimalisasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Menuju Ketahanan Pangan serta Kesejahteraan Masyarakat ini dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam arahannya, Khofifah menekankan peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang perlu memperkuat kerja sama intra dan antarprovinsi guna menjamin pemerataan distribusi pangan.
Khofifah juga menyampaikan langkah antisipasi cuaca ekstrem melalui operasi modifikasi cuaca yang dinilai efektif menekan risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Selain itu, rapat membahas penguatan strategi 4K pengendalian inflasi, mencakup kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada publik.
Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari kecukupan pasokan hortikultura, daging ayam dan sapi, BBM dan LPG, prakiraan cuaca yang membaik bagi sektor pertanian, hingga kebijakan diskon tarif angkutan udara dan program mudik gratis.
Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono melaporkan inflasi Jawa Timur sepanjang 2025 tetap terjaga dalam kisaran target nasional 2,5±1 persen, serta memaparkan langkah pengendalian khusus Ramadan dan Idulfitri 2026.
Di sisi lain, percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjadi fokus penting guna memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Sebagai penguatan konkret menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, diluncurkan program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026.
Program ini merupakan platform distribusi keliling yang memotong rantai pasok dengan menghubungkan produsen langsung ke masyarakat. Tahap awal, EPIK Mobile bersinergi dengan 15 kabupaten/kota dan Bulog, menyediakan beras SPHP, beras Jatim Cettar, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga terjangkau.
Ke depan, Bank Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, TPID, TP2DD, dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan dan berdaya tahan, sejalan dengan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News