Berani Melangkah ke Industri Digital, Mahasiswa Ilmu Hukum UNEJ Raih Top 10 Digistar Class Intern PT Telkom Indonesia

JEMBER, 27 Maret 2026 – VNNMedia – Perjalanan panjang yang ditempuh dengan disiplin, konsistensi, dan keberanian keluar dari zona nyaman mengantarkan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (UNEJ), Anju David Saputra Manihuruk, meraih predikat Top 10 Mentee Hard Skill Excellence dalam program Digistar Class Intern Batch 3 yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia tahun 2025.

Digistar Class Intern merupakan program magang dan pengembangan talenta digital yang diusung oleh PT Telkom Indonesia. Program yang dikemas secara komprehensif ini menuntut peserta untuk terjun langsung mengimplementasikan pengetahuan ke dalam dunia profesional di PT Telkom Indonesia yang didukung oleh kelas-kelas pelatihan terstruktur, baik itu soft skill maupun hard skill dengan tiga pilihan path pelatihan, yaitu Cloud, AI, dan B2B.

Dalam program tersebut, ia ditempatkan di Telkom Regional 4 Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan, pada divisi Bidding Management and Business Support (BMBS). Ia memilih B2B yang berfokus pada pembentukan kompetensi sebagai Account Manager professional yang bukan sekadar menjual produk, melainkan merumuskan dan menawarkan solusi bisnis yang tepat sasaran bagi klien korporasi. Menariknya, metode pelatihannya tidak hanya sebatas pemaparan materi atau studi kasus, tetapi juga praktik langsung menggunakan platform kebanggaan Telkom yaitu myDilan, serta metode gamifikasi yang membuat simulasi bisnis terasa sangat nyata.

Motivasi utama Anju memilih untuk mengikuti program ini berangkat dari rasa ingin tahu yang tinggi. Menurutnya, berada di semester tujuh merupakan momentum yang paling tepat untuk tidak sekadar belajar teori, melainkan benar-benar terjun untuk mengimplementasikan seluruh bekal yang telah dikumpulkan.

“Saya melihat Digistar Class bukan sekadar tempat magang biasa, melainkan kawah candradimuka yang ideal bagi saya untuk mengakselerasi kemampuan, keluar dari zona nyaman akademik, dan membuktikan kapasitas terbaik saya di dunia industri digital yang sesungguhnya,” ungkapnya saat ditemui di UNEJ, Kamis (26/03/2026).

Puncak pembuktian kompetensinya berlangsung dalam Pitching Competition. Pada tahap ini, peserta dituntut menjalankan seluruh tahapan kerja Account Manager secara komprehensif, mulai dari melakukan profiling klien, menganalisis permasalahan, merumuskan solusi melalui pitch deck, hingga mempresentasikannya secara efektif dan persuasif.

Tantangan terbesar yang dihadapi bukan pada tingkat kesulitan materi, melainkan manajemen waktu di tengah padatnya tanggung jawab. Selain menjalankan tanggung jawab di Telkom, ia juga aktif sebagai Vice Director of ICT Affairs di Asian Law Students Association (ALSA), penerima Djarum Beasiswa Plus Angkatan 40 dengan berbagai agenda nasional, serta tengah menyelesaikan tugas akhir. Strategi skala prioritas yang ketat, disiplin tinggi, dan komitmen terhadap target menjadi kunci menjaga performa di setiap lini tanggung jawabnya.

Penghargaan Top 10 Mentee Hard Skill Excellence menjadi validasi atas proses adaptasi lintas disiplin yang ia jalani sebagai mahasiswa hukum di ekosistem industri digital. Ia memandang penguasaan hard skill di luar ranah akademik bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan di tengah kemajuan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat.

Bangku Fakultas Hukum telah membentuk kemampuan berpikir kritis, logika penalaran, serta penyusunan argumen secara sistematis. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lebih dari itu yakni keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kesempatan mempelajari bidang B2B di Telkom menjadi pengalaman berharga yang menyempurnakan profilnya.

“Penghargaan ini menjadi suntikan motivasi ekstra yang meyakinkan saya bahwa terlepas dari apa pun latar belakang akademik kita, selama kita mau mengosongkan gelas dan memiliki growth mindset, kita pasti bisa memberikan performa dan solusi yang relevan di industri digital,” ujarnya.

Anju meninggalkan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak menyia-nyiakan kesempatan pengembangan diri. “Membangun karier impian mungkin terdengar rumit, tetapi percayalah bahwa segala sesuatu dimulai dari fondasi yang kuat. Sebagai mahasiswa yang memiliki kebebasan bereksplorasi, mulailah memperkuat kapasitas diri sejak semester pertama. Jangan hanya terpaku pada bangku kelas; perkuat nilai akademikmu, namun imbangi dengan aktif berorganisasi serta mengikuti kompetisi, baik di skala fakultas, nasional, hingga internasional. Manfaatkan setiap privilege seorang mahasiswa sebagai batu loncatan untuk membangun portofolio pengalaman yang nyata,” pungkasnya.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia