
SURABAYA, 23 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali (BBPJN Jatim–Bali) memastikan kondisi Jembatan Suramadu dalam keadaan aman dan layak dilintasi seluruh jenis kendaraan.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan pemeliharaan rutin dan penguatan sistem pengawasan struktur jembatan.
Kepala Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu BBPJN, Suparyanto, mengatakan perawatan dilakukan secara berkala, termasuk pada bagian expansion joint dan perkerasan jalan.
Salah satu bentuk penanganan yang dilakukan adalah perbaikan aspal berupa penambalan lubang untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Pemantauan dan pemeriksaan kondisi struktur jembatan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya preservasi,” ujar Suparyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).
Selain perawatan konvensional, BBPJN Jatim–Bali juga menerapkan modernisasi pengelolaan jembatan melalui pemanfaatan sensor struktur.
Teknologi ini mampu merekam data teknis secara real time, mulai dari getaran, pergeseran, hingga tegangan pada elemen jembatan. Data tersebut dianalisis oleh tim teknis untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis kondisi aktual di lapangan.
Pengawasan lapangan turut diperkuat melalui pemeriksaan rutin oleh penilik jalan serta patroli pengamanan yang dilakukan Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Suramadu.
Kehadiran tim di lapangan memungkinkan potensi gangguan atau kerusakan terdeteksi lebih dini dan ditangani secara cepat, bahkan dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam.
Dalam aspek keamanan, Satker PJBH Suramadu juga menjalin sinergi dengan aparat kepolisian. Kerja sama lintas sektor ini terbukti efektif, salah satunya dengan berhasil menggagalkan upaya pencurian kabel di area jembatan.
Langkah tersebut tidak hanya mencegah kerugian material, tetapi juga menjaga kelancaran fungsi Jembatan Suramadu sebagai infrastruktur vital.
“Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang dilakukan, kami menegaskan bahwa Jembatan Suramadu berada dalam kondisi aman dan layak digunakan. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama,” tegas Suparyanto.
Ia menambahkan, Jembatan Suramadu tidak hanya dipertahankan sebagai ikon arsitektur nasional, tetapi juga sebagai tulang punggung mobilitas dan penggerak ekonomi kawasan Jawa–Madura.
BBPJN Jatim–Bali pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga dan merawat infrastruktur tersebut, mulai dari tim teknis, penilik jalan, patroli keamanan, aparat kepolisian, hingga masyarakat pengguna jembatan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News