
JAKARTA, 3 September 2025 — VNNMedia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai maksimal Rp2 triliun. Penerbitan ini menjadi bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun.
Plt Direktur Utama Bank Jatim, Arif Suhirman, mengatakan penerbitan obligasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan, menjaga likuiditas, dan mendorong ekspansi kredit.
“Dengan modal kerja yang lebih kuat, kami dapat meningkatkan penyaluran kredit ke sektor unggulan dan memberikan yield kompetitif bagi investor. Pertumbuhan Bank Jatim harus sehat, terukur, dan memberi manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Obligasi Bank Jatim 2025 ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan tenor 3 tahun dan Seri B dengan tenor 5 tahun. Pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan dengan basis perhitungan 30/360.
Masa penawaran awal berlangsung pada 1–16 September 2025, sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 26–29 September 2025. Obligasi ini diperkirakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 3 Oktober 2025.
Lembaga pemeringkat PEFINDO memberikan peringkat idAA- (Double A Minus) dengan outlook stabil, menandakan risiko rendah dan prospek pertumbuhan yang solid. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung ekspansi kredit sekaligus menjaga likuiditas jangka panjang.
Kinerja Bank Jatim hingga Juni 2025 menjadi dasar optimisme penerbitan obligasi ini. Perseroan mencatat aset konsolidasi sebesar Rp118,15 triliun atau naik 16,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih konsolidasi juga tumbuh 30,64 persen menjadi Rp811 miliar, sementara kredit yang disalurkan meningkat 35,27 persen menjadi Rp78,55 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) ikut naik 13,04 persen menjadi Rp91,6 triliun.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan fundamental keuangan yang solid serta tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi. “Dengan kinerja aset, laba, dan kredit yang terus meningkat, kami yakin obligasi ini akan mendapat sambutan positif dari investor,” tambah Arif.
Posisi Kuat di Industri Perbankan
Hingga Juni 2025, Bank Jatim menempati peringkat kedua terbesar dari sepuluh BPD di Indonesia berdasarkan total aset, yakni sebesar Rp101,75 triliun.
Struktur kepemilikan saham Bank Jatim terdiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 51,13 persen, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sebesar 28,35 persen, dan publik sebesar 20,52 persen.
Rekam jejak penerbitan obligasi Bank Jatim juga panjang. Pertama kali dilakukan pada 1988 senilai Rp25 miliar, kemudian pada 1991 sebesar Rp50 miliar, dan pada 2003 sebesar Rp400 miliar.
Untuk penerbitan tahun ini, Bank Jatim menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia.
Transformasi Digital Jadi Prioritas
Selain memperkuat pendanaan, Bank Jatim juga terus mendorong transformasi digital sesuai dengan Roadmap BPD 2024–2027. Layanan JConnect Mobile kini telah mencatat lebih dari 880 ribu pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp29,41 triliun.
Sementara itu, Agen Jatim tumbuh hingga 14.008 agen dengan nilai transaksi Rp190,06 miliar.
Arif menegaskan, penerbitan obligasi ini sejalan dengan visi Bank Jatim menjadi BPD nomor satu di Indonesia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News