
MALANG, 10 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat transformasi bisnis dan menegaskan target menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia.
Mengusung tema “Audacity to Fly Higher”, Rakerta tahun ini menjadi momentum evaluasi kinerja 2025 sekaligus perumusan arah kebijakan dan strategi bisnis Bank Jatim sepanjang 2026 di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan, tema tersebut mencerminkan keberanian Bank Jatim untuk keluar dari zona nyaman, melakukan lompatan strategis, serta mendorong kinerja yang lebih agresif dan berkelanjutan.
“Rakerta ini menjadi forum penting untuk menyatukan visi, memperkuat budaya kerja, serta memberikan arah strategis yang konkret agar target 2026 dapat tercapai,” ujar Winardi.
Ia menambahkan, Bank Jatim menargetkan pada 2030 mampu menjadi BPD nomor satu secara nasional di seluruh indikator utama, mulai dari dana pihak ketiga, kualitas penyaluran kredit, pertumbuhan laba, hingga penguatan total aset.
“Ini bukan sekadar target, tetapi komitmen kami untuk memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.
Strategi 3-2-1 Bank Jatim 2026
Untuk mewujudkan visi tersebut, Bank Jatim menetapkan strategi 3-2-1 sebagai fondasi bisnis tahun 2026.
Pertama, tiga fokus bisnis utama, yakni optimalisasi penghimpunan dana murah (low cost funding), peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan likuiditas yang efisien, serta penguatan transaksi digital banking.
Kedua, dua enabler pendukung, meliputi penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan berintegritas, serta akselerasi sistem dan teknologi untuk mendukung inovasi layanan, efisiensi operasional, dan keamanan digital.
Ketiga, satu pilar pengembangan SDM, dengan fokus pada peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja yang adaptif dan inovatif bagi seluruh insan Bank Jatim.
“Implementasi strategi 3-2-1 ini kami yakini mampu meningkatkan daya saing, memperkuat kinerja keuangan, serta membawa Bank Jatim semakin dekat menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” jelas Winardi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.
Menurut Khofifah, Bank Jatim tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga sebagai motor penggerak UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing.
“Bank Jatim punya peran besar dalam memastikan UMKM Jawa Timur siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini terlihat dari keterlibatan UMKM binaan dalam berbagai misi dagang,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, Pemprov Jawa Timur akan terus bersinergi dengan Bank Jatim dalam mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui pembinaan terintegrasi, fasilitasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar, baik luring maupun digital.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News