Bank Indonesia Dorong Akselerasi Investasi di Jawa Timur demi Perluasan Lapangan Kerja

SURABAYA, 15 Juli 2025 — VNNMedia – Bank Indonesia menegaskan pentingnya peran investasi sebagai motor utama penciptaan lapangan kerja dan transformasi ekonomi di Jawa Timur. Hal ini disampaikan dalam gelaran High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025, yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/7/2025).

Mengangkat tema “Akselerasi Peningkatan Investasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja”, acara ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan untuk memperkuat sinergi dalam memperluas realisasi investasi, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa peningkatan investasi akan berdampak langsung pada produktivitas regional dan terbukanya lebih banyak peluang kerja.

“Jawa Timur memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan ukuran pasar. Namun, masih terdapat ruang penguatan di sektor tenaga kerja, adopsi teknologi digital, dan sistem keuangan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa penguatan aspek-aspek tersebut sangat penting dalam menciptakan iklim investasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tekanan global dan transformasi industri.

Acara ini dihadiri lebih dari 180 peserta dari berbagai kalangan, termasuk 20 bupati/wali kota, jajaran kepala Dinas Penanaman Modal dan Bappeda se-Jawa Timur, serta para investor dan mitra strategis. Dalam pembukaan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antar DPMPTSP provinsi dan kabupaten/kota sebagai simbol sinergi penguatan pelayanan investasi.

Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa hasil kerja sama selama satu tahun terakhir berhasil menghasilkan 46 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) senilai Rp57,5 triliun dan 12 Letter of Intent dari investor asing melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2024.

Sementara dari sisi keamanan investasi, Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas. Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Roy Hutton M. Sihombing menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan proyek strategis, mencegah konflik sosial, serta memberantas praktik premanisme di sektor investasi.

Tiga kepala daerah turut menyampaikan kesiapan wilayahnya dalam menyambut investor. Di antaranya, Bupati Lamongan menyebut kesiapan lahan 6.000 hektare untuk industri maritim dan pariwisata.

Kemudian Bupati Ngawi menekankan daya saing logistik dan perlunya harmonisasi regulasi, sementara Bupati Nganjuk menyoroti pentingnya efisiensi biaya dan perbaikan infrastruktur jalan provinsi.

Sebagai penegasan komitmen bersama, forum ini juga menghasilkan Deklarasi Bebas Pungli dan Premanisme yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, serta seluruh kepala daerah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap terciptanya iklim usaha yang aman dan sehat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan realisasi investasi asing maupun domestik, khususnya pada Proyek Strategis Nasional seperti industri tebu dan sapi perah yang dinilai sudah siap secara ekosistem. Ia juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur, efisiensi logistik, dan sikap proaktif dalam menarik investasi baru.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News