Bangun Citra Destinasi, Riset Ini Tawarkan Strategi Efektif Tingkatkan Minat Wisata ke Madura Raya

SUMENEP, 25 Februari 2026 – VNNMedia – Potensi wisata di kawasan Madura dinilai sangat besar dan memiliki daya saing yang kuat. Namun pengembangannya tetap memerlukan strategi pemasaran yang terintegrasi dan berbasis kearifan lokal agar mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. 

Hal tersebut menjadi fokus penelitian disertasi yang dikemukakan Raden Khaeru Ahmadi melalui proposal berjudul “Citra Destinasi sebagai Mediasi Pengaruh Local Wisdom, Social Media Marketing, dan Daya Tarik terhadap Minat Berkunjung Wisatawan ke Destinasi Wisata di Madura Raya.”

Khaeru Ahmadi menjelaskan, penelitiannya berangkat dari pentingnya membangun citra destinasi yang kuat di tengah persaingan pariwisata yang semakin kompetitif, khususnya di era digital. Menurutnya, keberadaan kearifan lokal, promosi melalui media sosial, dan daya tarik wisata tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa dukungan citra yang positif di benak wisatawan.

“Citra destinasi menjadi kunci.Kearifan lokal, promosi melalui media sosial, dan daya tarik wisata tidak akan maksimal jika tidak mampu membentuk persepsi positif di benak wisatawan,” ujarnya kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Rabu (25/02/2026).

Ia menambahkan, penelitian juga bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh tiga variabel utama, yakni kearifan lokal, pemasaran media sosial, dan daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan. Selain itu, penelitian juga menilai peran citra destinasi sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh faktor ketiga tersebut terhadap keputusan kunjungan.

Khaeru menilai perilaku wisatawan modern kini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik destinasi, tetapi juga oleh persepsi dan pengalaman digital yang mereka peroleh sebelum berkunjung. Media sosial menjadi salah satu sumber informasi utama dalam menentukan pilihan destinasi.

“Wisatawan hari ini banyak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka lihat di media sosial. Namun pesan promosi harus selaras dengan identitas dan kearifan lokal agar membentuk citra yang autentik,” jelasnya.

Secara teoritis, penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian manajemen pemasaran, khususnya dalam bidang pariwisata pemasaran. Konsep model yang ditawarkan mengintegrasikan hubungan antara kearifan lokal, promosi digital, daya tarik wisata, citra destinasi, dan minat berkunjung secara komprehensif.

Sementara secara praktis, hasil penelitian yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola destinasi wisata, pelaku industri pariwisata, dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi promosi yang lebih efektif dan terarah. Penguatan promosi digital, peningkatan fasilitas, serta pelestarian kearifan lokal sebagai identitas destinasi dinilai menjadi langkah penting dalam pengembangan pariwisata Madura Raya.

“Hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah, mulai dari penguatan promosi digital, peningkatan fasilitas, hingga pelestarian kearifan lokal sebagai daya tarik utama,” tambahnya.

Sebagai bagian dari proses pengumpulan data, Khaeru mengajak masyarakat, khususnya yang berada di luar wilayah Madura Raya, untuk berpartisipasi mengisi kuesioner penelitian. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan analisis akademik.

“Partisipasi masyarakat sangat berarti dalam mendukung pengembangan strategi wisata Madura Raya yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia