
Taipei, Senin 04 Agustus 2025-VNNMedia- Taiwan dilanda cuaca ekstrem selama seminggu terakhir. Hujan deras akibat badai telah memicu banjir dan tanah longsor di wilayah tengah dan selatan, mengakibatkan empat orang tewas, tiga hilang, dan 77 lainnya luka-luka
Dilansir dari Channel News Asia, bencana ini juga memaksa hampir 6 ribu orang mengungsi dari rumah mereka, demikian dilaporkan pihak berwenang pada Senin (4/8)
Menurut Badan Cuaca Pusat (CWA), hujan yang mengguyur sebagian besar pulau sejak 28 Juli ini terbilang luar biasa. Di distrik pegunungan Maolin, Taiwan selatan, curah hujan tercatat hingga 2,8 meter, jauh melebihi curah hujan tahunan Taiwan yang sebesar 2,1 meter pada tahun lalu
Prakirawan cuaca CWA, Li Ming-siang, menjelaskan bahwa hujan deras ini disebabkan oleh sistem tekanan rendah dan angin barat daya yang kuat. Angin ini membawa kelembapan dari Laut Cina Selatan. Hujan kali ini tidak biasa karena dipicu oleh Topan Co-May yang mendorong angin barat daya lebih jauh ke utara. Li juga menegaskan bahwa fenomena ini tidak terkait dengan perubahan iklim
Namun, Perdana Menteri Cho Jung-tai, yang mengunjungi daerah terdampak banjir di Kota Tainan, menyebut bencana ini sebagai sesuatu yang jarang terjadi. “Kita jarang menghadapi bencana sebesar ini,” katanya. “Dari Topan Danas hingga sekarang, kita telah menghadapi hujan lebat dan terus-menerus selama hampir sebulan.”
Curah hujan rata-rata di seluruh pulau pada bulan Juli lalu juga tercatat sebagai yang tertinggi sejak tahun 1939, menyusul Topan Danas yang melanda Taiwan pada awal Juli. Badai sebelumnya ini telah menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya dengan curah hujan lebih dari 500 mm
Prakirawan cuaca memperkirakan hujan akan mereda dalam beberapa hari mendatang. Taiwan memang terbiasa dengan badai tropis yang sering terjadi antara Juli hingga Oktober
Namun, para ilmuwan mencatat bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia dapat menyebabkan pola cuaca lebih ekstrem, yang meningkatkan risiko banjir yang merusak
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News