Antisipasi El Nino dan Kekeringan, Kementan Pompanisasi 2,2 Juta Hektare Lahan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA, 9 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim seperti El Nino. Kementerian Pertanian menyiapkan program pompanisasi hingga 2,2 juta hektare lahan guna menjaga produksi pangan nasional tetap stabil.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, salah satu langkah utama adalah program pompanisasi lahan pertanian yang dilakukan secara masif di berbagai daerah sentra produksi.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah menjangkau 1,2 juta hektare lahan dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare,” ujar Amran di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Program tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau atau ketika pasokan air berkurang akibat perubahan iklim.

Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani tetap aman. Bahkan harga pupuk disebut mengalami penurunan sekitar 20 persen yang diharapkan dapat mendorong petani meningkatkan produksi.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” kata Amran.

Strategi lain yang ditempuh pemerintah adalah optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi. Lahan ini dinilai memiliki potensi besar untuk tetap produktif meskipun terjadi keterbatasan air di wilayah lain.

Menurut Amran, kombinasi peningkatan produksi, cadangan beras yang besar, serta berbagai langkah mitigasi tersebut menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional.

“Insyaallah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan langkah antisipasi sudah kita lakukan,” ujarnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News