Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto

SURABAYA, 17 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026. Salah satu upaya yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca guna menekan potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Langkah ini disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) setelah melakukan koordinasi bersama berbagai instansi terkait dalam rapat kesiapsiagaan pengamanan mudik.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari antisipasi terhadap sisa musim hujan yang masih berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

“Dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan, termasuk dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur, kami diminta untuk mengantisipasi kemungkinan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem pada sisa musim hujan ini,” ujar Gatot Soebroto, Minggu (15/3/2026).

Rencana mitigasi tersebut juga sejalan dengan arahan Khofifah Indar Parawansa yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran.

BPBD Jatim merencanakan operasi modifikasi cuaca selama 10 hari, mulai 16 hingga 26 Maret 2026. Operasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan pemudik.

Menurut Gatot Soebroto, langkah tersebut penting karena sejumlah wilayah di Jawa Timur saat ini memiliki kondisi tanah yang sudah jenuh akibat curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

“Jangan sampai ketika masyarakat sedang melakukan perjalanan mudik atau meninggalkan rumah, justru terjadi hujan ekstrem yang bisa memicu longsor maupun banjir,” jelasnya.

BPBD Jatim juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan bencana selama periode mudik. Jalur selatan Jawa Timur menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi longsor tinggi, terutama di wilayah perbukitan yang dilalui jalur transportasi utama.

Selain itu, beberapa daerah yang dikenal rawan banjir juga masuk dalam pemantauan intensif, di antaranya Lamongan, Pasuruan, dan Probolinggo.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai berpotensi mengalami banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
Tak hanya jalur transportasi, kawasan wisata juga menjadi fokus pemantauan karena diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.

Di sisi lain, BPBD Jatim juga menyiapkan skenario penanganan darurat apabila terjadi bencana selama periode mudik. Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi teknis, termasuk dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional serta dinas pekerjaan umum di berbagai daerah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi longsor yang menutup jalur transportasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi potensi tanggul jebol atau banjir, BPBD juga telah berkoordinasi dengan dinas pengairan agar alat berat dapat segera diterjunkan jika terjadi kerusakan pada infrastruktur air.

“Jika terjadi longsor, alat berat dari PU baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota bisa langsung diturunkan. Begitu juga jika ada tanggul jebol, penanganan darurat dapat segera dilakukan,” pungkas Gatot Soebroto.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News