
London, Kamis 07 Agustus 2025-VNNMedia- Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner, telah memberikan ultimatum kepada China untuk menjelaskan mengapa sebagian dari rencana pembangunan kedutaan besar baru mereka di London dibatalkan
Dilansir dari BBC, melalui Kementerian Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Daerah, Rayner mengirimkan surat yang meminta penjelasan lebih lanjut dan menuntut tanggapan paling lambat pada 20 Agustus
Surat tersebut ditujukan kepada konsultan perencanaan yang mewakili Kedutaan Besar China dan secara spesifik meminta penjelasan mengapa beberapa bagian dari denah lokasi yang diusulkan dihitamkan. Salinan surat ini juga dikirimkan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri
Rencana China untuk membangun kedutaan terbesar di Eropa di Royal Mint Court telah memicu kekhawatiran serius. Lokasi yang berdekatan dengan distrik keuangan London ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko spionase. Warga sekitar juga menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan, yang memicu protes besar-besaran
Beberapa pihak menyoroti potensi China untuk menyusup ke sistem keuangan Inggris dengan menyadap kabel serat optik yang membawa data sensitif perusahaan di City of London. Kekhawatiran lain juga datang dari aktivis pro-demokrasi Hong Kong, yang takut Beijing akan menggunakan kedutaan barunya untuk melecehkan atau bahkan menahan lawan politik
Awalnya, proposal China untuk kedutaan ini ditolak oleh Dewan Tower Hamlets pada tahun 2022 karena masalah keselamatan dan keamanan. Namun, mereka mengajukan kembali permohonan yang sama pada Agustus 2024, satu bulan setelah Partai Buruh berkuasa. Rayner kemudian menggunakan kekuasaannya sebagai sekretaris perumahan untuk mengambil alih kasus ini dari dewan
Perkembangan ini terjadi di tengah upaya pemerintah baru untuk memperbaiki hubungan dengan China, setelah hubungan kedua negara mendingin di bawah pemerintahan Partai Konservatif sebelumnya. Diketahui bahwa pada 23 Agustus, Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping, di mana isu kedutaan ini turut dibahas
Keputusan perencanaan akhir mengenai proyek kontroversial ini dijadwalkan akan dibuat pada 9 September. China membeli lokasi bekas Royal Mint Court seharga £255 juta pada tahun 2018. Rencana pembangunan mencakup pusat kebudayaan dan perumahan untuk 200 staf, namun, denah juga menunjukkan adanya ruangan rahasia di ruang bawah tanah yang tidak dijelaskan kegunaannya.
Sebelumnya, kedutaan menyatakan bahwa pembangunan kedutaan baru akan membantu mereka menjalankan tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman dan persahabatan antara masyarakat China dan Inggris
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News