Amerika Serikat Lipat Gandakan Hadiah untuk Informasi Penangkapan Nicolas Maduro

Washington DC, Jumat 08 Agustus 2025-VNNMedia- Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara drastis menaikkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menjadi US$50 juta

Jaksa Agung Pam Bondi menuduh Maduro sebagai “salah satu pengedar narkoba terbesar di dunia,” sebuah klaim yang memperpanjang ketegangan diplomatik antara kedua negara

Dalam sebuah video yang diunggah di X, Bondi menuduh Maduro berkoordinasi dengan kelompok kriminal transnasional seperti geng Venezuela Tren de Aragua dan kartel narkoba Meksiko, Kartel Sinaloa.

Menurut Bondi, Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) telah menyita total 30 ton kokain yang terkait dengan Maduro dan jajarannya, dengan tujuh ton di antaranya terhubung langsung dengan Maduro

Tuduhan ini bukan yang pertama kali dilontarkan oleh AS. Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS mendakwa Maduro dan para pejabat tinggi Venezuela lainnya atas berbagai kejahatan, termasuk narkoterorisme, korupsi, dan perdagangan narkoba

Klaim tersebut menyebutkan Maduro bersekongkol dengan kelompok pemberontak Kolombia, Farc, untuk “menggunakan kokain sebagai senjata untuk ‘membanjiri’ Amerika Serikat.”

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menanggapi hadiah baru tersebut dengan menyebutnya “menyedihkan” dan “propaganda politik.” Gil menuduh Bondi mencoba mengalihkan perhatian dari berita tentang reaksi keras terhadap penanganan kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Maduro sendiri sebelumnya telah menolak tuduhan keterlibatannya dalam perdagangan narkoba

Langkah AS ini muncul di tengah spekulasi bahwa Hugo Carvajal, mantan kepala intelijen militer Venezuela yang dijuluki “El Pollo” (Si Ayam), telah bekerja sama dengan pihak berwenang AS. Carvajal, yang melarikan diri dari Venezuela setelah menentang Maduro, baru-baru ini mengaku bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba. Pengakuan ini memicu dugaan bahwa ia memberikan informasi tentang Maduro kepada AS untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan

Selain AS, Inggris dan Uni Eropa juga telah menjatuhkan sanksi terhadap pemerintahan Maduro setelah ia kembali menjabat pasca pemilu yang diwarnai tuduhan kecurangan dan ditolak oleh sebagian besar komunitas internasional. Meskipun menghadapi tekanan domestik dan internasional, Maduro berhasil mempertahankan kekuasaannya

sumber: BBC

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News