
Washington DC, 15 Maret 2025-VNNMedia- Pada Jumat (14/3), menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi pembatasan visa kepada para pejabat Thailand yang terlibat dalam deportasi 40 warga Uighur ke China pada akhir Februari lalu, tanpa menyebut nama-nama pejabat tersebut
“Saya segera melaksanakan kebijakan ini dengan mengambil langkah-langkah untuk memberlakukan pembatasan visa pada pejabat pemerintah Thailand saat ini dan sebelumnya yang bertanggung jawab atau terlibat dalam pemulangan paksa 40 warga Uighur dari Thailand pada 27 Februari,” kata Rubio
“Mengingat tindakan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah berlangsung lama di China terhadap warga Uighur, kami menghimbau pemerintah di seluruh dunia untuk tidak secara paksa memulangkan warga Uighur dan kelompok lainnya ke China,” tambahnya
Rubio dalam pernyataannya juga mengisyaratkan bahwa pembatasan visa kepada pejabat Thailand bisa diperluas hingga ke keluarga dari pejabat tersebut
Diketahui pada awal Maret Kanada dan AS menawarkan untuk memukimkan kembali ke 40 warga Uighur kepada Bangkok, namun ditolak karena takut akan membuat China murka
Sebagai informasi, Thailand pada Kamis (27/2) telah mendeportasi sedikitnya 40 warga Uighur ke China. Dalam pernyataannya, pemerintah Thailand mengatakan bahwa telah memutuskan untuk memulangkan 40 warga Uighur ke China
baca juga: Organisasi Dunia Sesalkan Thailand Deportasi Warga Uighur ke China
PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra memberi jaminan jika suku Uighur yang dideportasi akan diperlakukan layak oleh pemerintah China. Meski mendapat kecaman dari dalam negerinya sendiri dan organisasi internasional termasuk PBB
sumber: The Straits Times
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News