
SURABAYA, 1 April 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang besar bagi penguatan industri kulit melalui kolaborasi dengan Australia. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Duta Besar RI untuk Australia di Canberra, Siswo Pramono, bersama pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) di Gedung Negara Grahadi.
Gubernur Khofifah menilai pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan utama industri kulit, terutama keterbatasan bahan baku berkualitas.
“Kerja sama ini membuka akses baru bagi suplai bahan baku sekaligus memperkuat pengembangan industri kulit di Jawa Timur,” ujarnya.
Sebagai salah satu pusat industri kulit nasional, Jawa Timur memiliki sejumlah sentra produksi di Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan. Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari sepatu, tas, hingga produk olahan kulit lainnya.
Namun, kebutuhan bahan baku yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, kolaborasi dengan Australia dinilai penting, mengingat negara tersebut memiliki standar produksi tinggi, termasuk dalam aspek kehalalan.
Khofifah menjelaskan bahwa proses penyembelihan hewan di Australia telah memenuhi standar syariah dan menjadi pemasok utama daging ke Timur Tengah. Hal ini memberikan jaminan kehalalan bahan baku yang akan digunakan industri di Jawa Timur.
Selain pasokan bahan baku, kerja sama ini juga membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kualitas produksi, serta investasi di sektor hilirisasi industri kulit.
“Yang kita datangkan adalah bahan baku untuk diproduksi di dalam negeri, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” katanya.
Di tengah tren peningkatan investasi, Jawa Timur dinilai semakin kompetitif sebagai tujuan investasi. Hal ini didukung pertumbuhan PMTB sebesar 6,66 persen serta kemudahan perizinan yang terus diperbaiki.
Dengan dukungan infrastruktur seperti kawasan industri, pelabuhan, bandara, dan jaringan tol, Jawa Timur memperkuat perannya sebagai pusat logistik dan perdagangan di Indonesia Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan, posisi strategis ini menjadikan Jawa Timur sebagai mitra potensial bagi negara sahabat, termasuk Australia, dalam membangun rantai pasok industri yang kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dubes RI untuk Australia, Siswo Pramono, mengatakan bahwa kerja sama di sektor kulit dan peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kemitraan jangka panjang.
Ia menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha kedua negara, setelah sebelumnya pelaku industri Indonesia diajak melihat langsung fasilitas rumah potong hewan halal di Australia.
“Kami ingin membangun sinergi. Tidak hanya perdagangan, tetapi juga investasi agar kedua pihak sama-sama mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, skema kerja sama yang dikembangkan bersifat saling menguntungkan, di mana Indonesia memperoleh pasokan bahan baku, sementara pelaku usaha Australia berkesempatan menanamkan investasi di sektor industri kulit dalam negeri.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News