
Jakarta, Senin 01 September 2025-VNNMedia- Aksi demo pada Sabtu malam yang berakhir dengan anarkis dan merusak fasilitas publik, di Jakarta dan sejumlah daerah, mendapat sorotan dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono
Menteri yang akrab dipanggil AHY itu mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang terlalu destruktif dan berkepanjangan dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Ia khawatir akan berimbas pada malasnya investor asing menanamkan modal karena situasi Indonesia yang dirasa tidak aman
“Sedikit banyak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan dan juga confidence atau kepercayaan diri dari semua pihak termasuk ketika kita berharap menghadirkan investasi,” terang AHY pada Minggu (31/8)
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa calon investor yang akan menanamkan modalnya, tentu mempertimbangkan ekosistem dan stabilitas Indonesia, untuk memastikan modal yang ditanam dapat berjalan dengan baik
“Ini (dampak aksi demo) akan terkait juga dengan insfrastruktur. Salah satu upaya kita adalah menghadirkan investasi. Ekonomi bisa tumbuh jika salah satu elemen yang penting, yaitu investasi tadi bisa juga tumbuh,” pungkasnya
Untuk diketahui, Kementerian IPK bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa sedang fokus pada rencana pembangunan mega proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang diperkirakan menelan biaya fantastis hingga US$80 miliar
Menurut AHY sumber dananya berasal dari pembiayaan swasta melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU)
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News