
Madrid, Kamis 09 April 2026-VNNMedia- Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, mendesak Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi 1995 dengan Israel menyusul serangkaian serangan negara tersebut ke Lebanon
Perjanjian Asosiasi 1995 adalah kesepakatan antara Uni Eropa dan negara-negara Mediterania selatan untuk membangun kerja sama politik, sosial, dan kawasan perdagangan bebas. UE menandatangani perjanjian ini dengan sejumlah negara secara bertahap, termasuk Israel pada tahun 1995
Sanchez dalam unggahannya di X menyatakan bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu telah melancarkan serangan paling intens ke Lebanon sejak konflik dimulai. Ia menyebut serangan itu sebagai sebuah tindakan pengabaian atas nyawa manusia dan hukum internasional ‘yang tidak dapat ditoleransi’
Selain itu, secara tegas, Sanchez mendesak UE untuk segera mengambil sejumlah tindakan, termasuk menangguhkan perjanjian dagang dan kerjasama politik dengan Israel. Ia menekankan bahwa akuntabilitas adalah hal utama, sehingga tidak ada tempat bagi impunitas dalam setiap tindak pidana
Dalam pernyataannya, Sanchez juga menyampaikan keharusan Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, sesuatu yang diinginkan Teheran namun ditolak Washington
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa penghentian serangan ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena dinilai sebagai ‘bentrokan yang terpisah’. Pernyataan Trump itu dipertegas oleh wakilnya JD Vance, yang menyebutnya sebagai suatu “kesalahpahaman”
“Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu,” jelas JD Vance
“Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab teluk,” imbuhnya
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News