Susul Disney, Netflix Gugat Seedance 2.0, AI Milik ByteDance atas Pelanggaran Hak Cipta

Los Gatos, Kamis 19 Februari 2026-VNNMedia- Setelah Disney mengeluarkan surat peringatan kepada ByteDance selaku pengembang AI Seedance 2.0, langkah serupa juga diambil platform streaming lainnya, Netflix, dengan mengirimkan surat penghentian dan peringatan (cease-and-desist letter) kepada induk perusahaan dari TikTok itu

baca juga: Digugat Disney-Hollywood, ByteDance Janji Batasi Penggunaan Hak Cipta pada AI Seedance

Dilansir dari Variety (17/2), dalam suratnya, Netflix menuntut ByteDance untuk menghapus hak kekayaan intelektual miliknya dari program data pelatihan kecerdasan buatan (AI) milik ByteDance, Seedance 2.0, serta menerapkan pembatasan agar pelanggaran tidak terus berlanjut

Dalam surat resminya itu, Netflix menuduh ByteDance secara tidak langsung mendukung praktik pelanggaran hak cipta atas serial “Stranger Things”, “Kpop demon Hunters”, Bridgerton”, dan serial fenomenal Korea “Squid Game”. ByteDance hanya diberi waktu 3 hari untuk menyampaikan argumennya

“Seedance bertindak sebagai mesin pembajakan berkecepatan tinggi, menghasilkan karya turunan tidak sah dalam jumlah besar dengan memanfaatkan karakter ikonik, dunia cerita, dan narasi skrip milik Netflix,” tegas Direktur Litigasi Mindy LeMoine

Netflix mempersoalkan sejumlah konten hasil kreasi Seedance 2.0 yang dianggap melanggar hak cipta, termasuk visualisasi ilegal kostum pesta topeng dari “Bridgerton” Musim 4, tiruan karakter serta monster dari babak final “Stranger Things”, hingga penyisipan sosok Elon Musk ke dalam arena “Squid Game”

Selain itu, reproduksi karakter Rumi dan tokoh lainnya dari “Kpop Demon Hunters” juga masuk dalam daftar keberatan tersebut

Seedance 2.0: Terobosan ByteDance yang Lampaui Batas Realisme Video AI

Seedance 2.0 merupakan model AI generator video terbaru dari ByteDance yang resmi diluncurkan pada 12 Februari 2026

Teknologi ini menggunakan arsitektur multimodal terpadu yang mampu menghasilkan video berdurasi panjang lengkap dengan audio, musik, dan dialog yang sinkron dalam satu proses pengerjaan

Berbeda dengan generasi sebelumnya, model ini menonjolkan kemampuan penceritaan multi-shot yang memungkinkan terciptanya rangkaian adegan konsisten hanya dari satu perintah teks

Model ini juga dilengkapi fitur referensi universal yang memungkinkan pengguna mengunggah gambar atau video sebagai panduan visual, sehingga gerakan dan estetika hasilnya sangat akurat

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News