
Jakarta, Selasa 17 Februari 2026 – VNNMedia – Kementerian Haji dan Umrah RI berencana membangun klinik di seluruh asrama haji, sebagai pusat layanan serta pemantauan kesehatan jemaah.
“Nanti para dokter-dokter haji akan mendorong semua asrama haji kita itu ada klinik permanen yang kemudian memantau, menjadi pusat konsultasi kesehatan haji,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Melansir Kompas.com, Dahnil mengatakan pembangunan klinik tersebut adalah bagian dari penguatan layanan kesehatan haji yang berada langsung di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
“Sekarang sudah tidak ada urusan sehat haji lagi di Kementerian Kesehatan, sekarang di sini semuanya,” kata Dahnil.
Dengan keberadaan klinik tersebut, kata dia, nantinya dapat mendukung program manasik kesehatan bagi calon jemaah, sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Dahnil mengatakan melalui klinik di asrama haji, calon jemaah diperiksa kondisi kesehatannya sejak satu tahun sebelum keberangkatan.
“Karena saya sering menyebutkan 90 persen ibadah haji itu fisik pokoknya. Makanya satu tahun sebelum berangkat, sudah memulai kebiasaan-kebiasaan baru. Makanya misalnya jalan kaki, kalau yang mampu lari, kemudian menjaga makanan,” tuturnya.
Rencana pembangunan klinik tersebut digulirkan berkaitan dengan upaya menekan angka kematian jemaah haji Indonesia yang masih tinggi.
Berdasarkan data musim haji 2025, sekitar 50 persen dari total 467 jemaah yang wafat di Arab Saudi merupakan jemaah asal Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah memperketat penerapan istita’ah kesehatan melalui kewajiban pemeriksaan medis bagi seluruh calon jemaah.
“Karena memang pemerintah Saudi dan kita juga itu berkomitmen untuk bareng-bareng memastikan menekan jumlah kematian supaya kemudian yang berangkat ke sana itu benar-benar sehat, fit,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News