
Ottawa, Senin 16 Februari 2026-VNNMedia- Pemerintah Kanada tidak ada niatan untuk kembali menjalin hubungan diplomatik dengan Iran selama rezim belum berganti
Diungkap Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, bahwa Kanada menilai Iran saat ini di bawah kendali rezim yang otoriter dan melanggar hak asasi manusia
“Rezim Iran yang represif harus mengurangi pelanggaran hak asasi manusia yang konsisten dan ilegal, termasuk dengan menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” ujarnya kepada harian Globe and Mail, pada hari Sabtu (14/2) di Munich, Jerman
Ia kemudian mengumumkan bahwa telah memberlakukan sanksi tambahan kepada tujuh orang yang ‘terkait dengan badan-badan negara Iran, yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan penindasan transnasional, yang menargetkan para pembangkang dan pembela hak asasi manusia Iran’
Meski begitu Anand enggan mengomentari apakah akan mendukung serangan militer AS ke Iran, dengan dalih bahwa fokus regional Ottawa adalah pelanggaran HAM
Diketahui AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, dengan mengerahkan kapal induk kedua dan kapal perusak tambahan, jet tempur, dan pesawat pengintai
Sebagai informasi, Kanada secara resmi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada 7 September 2012 melalui kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Stephen Harper
Langkah drastis ini ditandai dengan penutupan kedutaan besar Kanada di Teheran dan pengusiran seluruh diplomat Iran dari Ottawa
Alasan utamanya meliputi kekhawatiran atas keamanan diplomat Kanada di Teheran, dukungan Iran terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah, serta ketidakpatuhan Iran terhadap resolusi nuklir PBB
Selain itu, Kanada menetapkan Iran sebagai negara pendukung terorisme dan mengecam retorika mereka terhadap Israel serta catatan buruk terkait hak asasi manusia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News