Indikator Ekonomi Menguat, Pemerintah Yakin Pertumbuhan RI Bisa Tembus 6 Persen

JAKARTA, 15 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Pemerintah menatap prospek ekonomi nasional dengan optimisme tinggi seiring membaiknya sejumlah indikator ekonomi dan sosial. Konsumsi rumah tangga meningkat, kemiskinan dan pengangguran terbuka menurun, hingga ketimpangan yang kian mengecil menjadi sinyal kuat pemulihan ekonomi bergerak ke arah yang lebih solid.

Optimisme tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Presiden Prabowo menegaskan, fondasi utama kebijakan ekonomi pemerintah adalah pengelolaan kekayaan negara dan sumber daya alam agar memberi manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Ia meyakini, dengan arah kebijakan tersebut, kinerja ekonomi Indonesia tahun ini akan bergerak sangat positif.
Presiden mengungkapkan laporan dari sejumlah kepala daerah menunjukkan tren perbaikan nyata di lapangan.

Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka mulai menurun, jumlah penduduk bekerja meningkat, sementara rasio gini berada dalam tren penurunan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai berperan mendorong konsumsi rumah tangga, terutama di desa dan lapisan ekonomi terbawah, sehingga ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan indikator ekonomi tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju fase pertumbuhan lebih cepat.

Menurutnya, momentum ini harus dijaga dengan kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Namun demikian, Menkeu menyatakan pemerintah akan berupaya mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi, mendekati 6 persen, seiring penguatan konsumsi dan ekspansi investasi.

Purbaya juga memaparkan, berdasarkan indikator Leading Economic Index dan Coincident Economic Index (LEI/CEI), perekonomian Indonesia saat ini telah memasuki fase ekspansi jangka menengah.

Setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, ekspansi ekonomi diproyeksikan dapat berlangsung panjang hingga 2033, asalkan kebijakan ekonomi dikelola secara konsisten dan disiplin.

Dengan perbaikan indikator ekonomi, stabilitas fiskal, serta keberlanjutan program strategis pemerintah, optimisme menuju Indonesia Emas kian menguat. Pemerintah menilai tantangan global tetap ada, namun prospek jangka menengah ekonomi nasional dinilai cukup kuat untuk terus tumbuh dan bersaing.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News