
SUMENEP, 14 Februari 2026 – VNNMedia – Haul Sultan Abdurrahman Pakunataningrat bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, serta komitmen keumatan yang diwariskan kepada generasi.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Haul ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan sang sultan dalam membangun peradaban, pemerintahan, serta kehidupan keagamaan di Kabupaten Sumenep.
Sultan Abdurrahman Pakunataningrat adalah sosok pemimpin yang tidak hanya kuat dalam tata kelola pemerintahan, tetapi menjadi teladan dalam membangun harmoni sosial dan kehidupan religius masyarakat.
“Nilai-nilai itulah yang harus terus kita rawat dan implementasikan dalam pembangunan daerah di segala sektor,” kata Bupati Sumenep di sela-sela haul, di Asta Tinggi, Jumat (13/02/2026).
Para sultan di Sumenep sepanjang kepemimpinannya telah meletakkan fondasi kuat bagi terbentuknya masyarakat yang religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi persatuan, sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisannya agar tetap relevan di tengah tantangan zaman.
Untuk itu, masyarakat pada momentum haul ini, menjadi penguat ukhuwah dan kebersamaan, karena memajukan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi membangun karakter, spiritualitas, serta nilai kebudayaan.
“Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dengan semangat pengabdian dan keteladanannya, harus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Yayasan Bina Pakoe Insani, RBMS Hadi Pradipta menyatakan, Haul ke-IV tahun ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama untuk mengenang jasa dan perjuangan Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, tetapi sarana mempererat silaturahmi antarkeluarga besar keraton, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang turut hadir.
“Kami berharap, haul ini dapat menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus ruang edukasi sejarah agar warisan para leluhur tetap hidup dalam denyut pembangunan daerah,” pungkasnya.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia