Efisiensi dan Ekspansi Kredit Pacu Laba PT BPR Jatim Hingga Rp27,86 Miliar

SURABAYA, 14 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – PT BPR Jatim (Perseroda), yang populer dengan identitas Bank UMKM Jatim, menunjukkan taji dalam peta persaingan perbankan daerah dengan membukukan pertumbuhan laba bersih yang melampaui rata-rata industri.

Perusahaan plat merah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menutup tahun buku 2025 dengan perolehan laba Rp27,86 miliar, sebuah lompatan drastis sebesar 36,23% jika dikomparasikan dengan performa tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi manajemen yang agresif namun terukur dalam memperluas basis aset perusahaan. Hingga akhir Desember 2025, total aset bank tercatat meroket 14,93% atau setara Rp514 miliar, yang membawa posisi aset perseroan kini bertengger di angka Rp3,95 triliun.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menjelaskan bahwa motor utama pertumbuhan ini adalah efektivitas penyaluran kredit yang difokuskan pada penguatan ekonomi produktif di wilayah Jawa Timur.

Dari total plafon kredit senilai Rp3,32 triliun yang telah dikucurkan, porsi terbesar yakni 93,65% dialokasikan khusus untuk menggerakkan sektor riil.

Secara sektoral, pembiayaan ini terserap paling besar di bidang perdagangan dengan nilai Rp1,166 triliun, disusul oleh sektor pertanian yang menyerap Rp691,8 miliar, serta sektor jasa dan peternakan yang masing-masing mendapatkan kucuran sebesar Rp441,5 miliar dan Rp285,5 miliar.

Langkah ini diklaim sebagai bentuk dukungan konkret terhadap visi Nawa Bhakti Satya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.

Selain mencatatkan pertumbuhan top-line dan bottom-line, bank ini juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam aspek kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil dipangkas dari level 9,94% pada tahun 2024 menjadi 7,54% pada akhir 2025, yang mencerminkan perbaikan kualitas manajemen risiko sebesar 24,15%.

Manajemen optimistis tren positif ini akan berlanjut, dengan target ambisius untuk menekan angka NPL hingga di bawah 5% pada tahun 2026.

Di sisi lain, likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,23% yang kini menyentuh Rp3,14 triliun, didukung oleh struktur modal yang sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 30,15%.

Memasuki tahun 2026, Bank UMKM Jatim bersiap melakukan lompatan teknologi guna meningkatkan kenyamanan nasabah. Saat ini, perusahaan tengah memfinalisasi perizinan layanan Mobile Banking untuk melengkapi ekosistem QRIS dan layanan ATM 24 jam yang telah tersedia.

Dengan predikat “Bank Sehat” peringkat komposit 2 dan opini WTP dari auditor independen, perseroan mematok target pertumbuhan moderat sebesar 11% untuk penyaluran kredit dan penghimpunan dana pada tahun ini melalui penguatan inovasi digital dan sinergi lintas program bersama Pemerintah Provinsi.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News