
Los Angeles, Jumat 13 Februari 2026-VNNMedia- Bintang pop dunia Taylor Swift secara resmi meminta pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan upaya sebuah perusahaan perlengkapan tidur, Cathay Home, dalam mendaftarkan merek dagang dengan frasa Swift Home
Melalui tim kuasa hukumnya, Swift berargumen bahwa penggunaan nama tersebut dapat menyesatkan konsumen dan menciptakan kesan keliru seolah-olah sang penyanyi memberikan dukungan resmi terhadap produk-produk tersebut
Dalam dokumen yang diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada hari Rabu, pihak Swift yang diwakili oleh TAS Rights Management LLC menyatakan bahwa cara Cathay Home menuliskan kata Swift dalam logo mereka memiliki kemiripan yang mencolok dengan tanda tangan kursif milik Swift yang telah dipatenkan
Tim hukum sang bintang menegaskan bahwa merek tersebut menciptakan asosiasi palsu yang sengaja memanfaatkan reputasi besar serta pengakuan publik terhadap nama Taylor Swift demi kepentingan bisnis perusahaan
Cathay Home sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di New York dan menjual produknya melalui berbagai pengecer besar. Hingga saat ini, pihak perusahaan maupun perwakilan Taylor Swift belum memberikan komentar tambahan
Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Taylor Swift telah memiliki merek dagang federal yang melindungi penggunaan nama dan tanda tangannya pada berbagai kategori barang, mulai dari perlengkapan tempat tidur, pakaian, hingga produk yang berkaitan dengan musiknya
Secara keseluruhan, penyanyi yang memiliki kekayaan bersih di atas 1 miliar dolar AS ini telah mendaftarkan lebih dari 300 merek dagang di Amerika Serikat dan wilayah hukum lainnya untuk melindungi nama, inisial, judul album, hingga potongan lirik lagunya
Langkah hukum ini diambil di tengah kesuksesan besar rangkaian tur dunia Swift yang terus memecahkan rekor pendapatan di industri musik global. Keputusan akhir kini berada di tangan otoritas paten Amerika Serikat untuk menentukan apakah pendaftaran merek Swift Home oleh Cathay Home dapat dilanjutkan atau harus dibatalkan
sumber: bbc
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News