
SIDOARJO, 11 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – SMK Negeri (SMKN) 1 Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan kualitas pendidikan vokasi berstandar industri melalui berbagai unit praktik dan teaching factory yang dikelola secara profesional.
Mulai dari fashion internasional, kafe dan restoran, hingga hotel praktik setara bintang, seluruh aktivitas pembelajaran dirancang menyerupai dunia kerja sesungguhnya.
Saat peninjauan langsung ke lingkungan sekolah, terlihat para siswa menjalankan proses produksi dan layanan dengan disiplin, ketelitian, serta tanggung jawab tinggi. Aktivitas tersebut mencerminkan kesiapan lulusan SMK untuk langsung terjun ke dunia usaha dan industri.
Beragam unit teaching factory menjadi etalase nyata kompetensi siswa, di antaranya Galeri Ageman (tata busana), dapur produksi dan tata boga, Resto Pawon Satu, Tefa Cafe, Edotel, hingga Edo Salon. Seluruh unit dikelola secara terstruktur, berorientasi kualitas, dan terbuka untuk melayani masyarakat umum.
Di bidang tata busana, karya siswa SMKN 1 Buduran bahkan telah menembus ajang fashion internasional di Hongkong. Produk-produk yang ditampilkan dinilai memiliki kualitas global dan daya saing tinggi.
Sementara pada jurusan tata boga, hasil produksi siswa telah dipasarkan secara digital, menerima pesanan skala kecil hingga besar dari perusahaan dan instansi, serta masuk ke e-katalog. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa tidak hanya dalam produksi, tetapi juga pemasaran dan manajemen usaha.
Unit Tefa Cafe dan restoran sekolah juga mencatat antusiasme tinggi dari masyarakat. Menu makanan dan minuman disiapkan langsung oleh siswa sebagai bagian dari praktik nyata pelayanan publik sesuai standar industri jasa.
Tak kalah menonjol, Edotel SMKN 1 Buduran dikelola layaknya hotel profesional dengan standar pelayanan mendekati hotel berbintang. Hotel praktik ini diminati traveler dan berbagai kalangan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa di lingkungan kerja nyata.
Model pembelajaran di SMKN 1 Buduran dirancang selaras dengan kebutuhan industri, dengan pola satu minggu pembelajaran teori dan dua minggu praktik lapangan. Skema ini terbukti meningkatkan kompetensi siswa dan kepercayaan dunia usaha, bahkan sejumlah siswa telah diindent sejak kelas XI.
Selain keterampilan teknis, siswa juga dibekali kemampuan wirausaha dan digital marketing. Mereka memasarkan produk melalui media sosial, platform daring, hingga aplikasi digital, sehingga mampu bersaing secara mandiri di pasar.
Inovasi digital turut lahir dari sekolah ini, salah satunya aplikasi Hollyday, karya siswa yang menghadirkan layanan perjalanan dan akomodasi berbasis teknologi dengan transaksi nyata.
Dari sisi keberlanjutan, SMKN 1 Buduran juga menerapkan prinsip ramah lingkungan, pengelolaan limbah berbasis IPAL dan AMDAL, serta konsep zero waste, menunjukkan bahwa pendidikan vokasi berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan, SMKN 1 Buduran menjadi contoh konkret pendidikan vokasi berdampak.
“Yang dibangun adalah talenta siap kerja, siap usaha, dan siap bersaing. Dari fashion internasional, tata boga digital, hingga hotel dan kafe yang dikelola profesional, ini bukti SMK bekerja nyata,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, SMKN 1 Buduran dinilai layak menjadi rujukan nasional pengembangan SMK berbasis employability, kewirausahaan, dan inovasi, sekaligus bukti bahwa pendidikan vokasi Jawa Timur mampu melahirkan SDM unggul dan berdaya saing global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News