WhatsApp Disemprot Komisi Eropa soal Pembatasan AI

Brussel, Selasa 10 Februari 2026-VNNMedia- Komisi Eropa melayangkan surat keberatan kepada Meta selaku induk dari WhatsApp, atas pembatasan akses kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga kepada pengguna platform pesan instan tersebut, yang dianggap melanggar UU Antimonopoli

“Komisi Eropa telah mengirimkan Statement of Objections kepada Meta, yang memuat pandangan awal bahwa Meta telah melanggar aturan antimonopoli Uni Eropa dengan mengecualikan asisten AI pihak ketiga agar tidak dapat mengakses dan berinteraksi dengan pengguna di WhatsApp,” ujar Komisi Eropa

Komisi tersebut menganggap Meta telah menghalangi pesaing untuk masuk dan berkembang di pasar AI, dan akan melakukan sejumlah langkah guna menghindari kerugian lebih serius dengan tetap mempertimbangkan tanggapan atau pembelaan dari perusahaan teknologi milik Mark Zuckerberg itu

“Produk andalan Meta adalah jejaring sosialnya, seperti Facebook dan Instagram serta apliksi komunikasi konsumner seperti WhatsApp dan Messenger. Meta juga mengoperasikan layanan periklanan daring serta produl realitas virtual dan realitas tertambah. Selain itu, Meta menyediakan asisten AI serbaguna, Meta AI,” jelas pernyataan tersebut

“Tindakan Meta berisiko meningkatkan hambatan masuk dan ekspansi, serta secara permanen meminggirkan pesaing yang lebih kecil di pasar asisten AI serbaguna,” bunyi siaran pers Uni Eropa, dikutip dari euractiv.com

Melansir dari media tersebut, pihak Meta menyebut langkah Uni Eropa berlebihan karena akses AI saat ini tersedia di mana-mana, mulai dari ponsel hingga situs web. Mereka mengkritik asumsi Komisi Eropa yang menjadikan WhatsApp sebagai “kambing hitam” atau saluran utama distribusi AI

Di sisi lain, Komisi Eropa tetap pada pendiriannya yang mana menganggap WhatsApp sebagai infrastruktur digital yang terlalu penting bagi perusahaan rintisan untuk dibatasi aksesnya oleh satu pihak saja

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News