Pemkot Surabaya Perkuat Jalan Rawan Genangan dengan Metode Overlay

SURABAYA, 4 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik rawan genangan, khususnya saat musim hujan. Upaya ini dilakukan tidak hanya melalui normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase, tetapi juga dengan perbaikan struktur jalan menggunakan metode overlay.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan peningkatan jalan merupakan bagian dari strategi pengendalian genangan di kawasan yang kerap terdampak hujan deras.

“Ada beberapa ruas jalan yang akan kami tingkatkan melalui overlay sebagai bagian dari upaya mengurangi genangan,” kata Dedy, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi telah ditetapkan sebagai prioritas, di antaranya kawasan Tenggilis Mejoyo yang sering mengalami genangan, serta Jalan Ngagel Madya di depan Sekolah Santa Clara. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memfokuskan perhatian pada wilayah Surabaya Utara yang kerap terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi.

“Beberapa titik di kawasan Perak seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung juga menjadi prioritas untuk dilakukan overlay,” ujarnya.

Dedy menambahkan, selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026, Pemkot Surabaya memprioritaskan perbaikan jalan berlubang yang jumlahnya meningkat seiring puncak musim hujan. Menurutnya, kerusakan jalan pada periode tersebut menjadi perhatian utama demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Pada puncak musim hujan, fokus kami adalah penanganan jalan berlubang. Kami memantau laporan setiap hari dan menindaklanjutinya secepat mungkin,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam sehari jumlah titik perbaikan jalan dapat mencapai hingga 70 lokasi. Untuk itu, DSDABM menargetkan setiap laporan kerusakan dapat ditangani maksimal dalam waktu 1×24 jam.

Guna mempercepat penanganan, Pemkot Surabaya mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Jalan yang bersifat mobile. Satgas ini terdiri dari sembilan kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar 9–10 personel, dan disebar di seluruh wilayah Kota Surabaya.

“Setiap wilayah memiliki tim sendiri, mulai dari Surabaya Selatan, Barat, Timur, Pusat, hingga Utara, sehingga penanganan bisa dilakukan secara merata,” kata Dedy.

Selain Satgas Jalan, Pemkot Surabaya juga mengoperasikan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap merespons laporan kerusakan jalan kapan pun. Tim ini secara rutin berkeliling untuk memastikan kondisi jalan tetap terjaga.

Dedy pun mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal pengaduan yang tersedia, seperti Aplikasi WargaKu, aplikasi Sigap Jalan yang digunakan perangkat kelurahan dan kecamatan, media sosial resmi Pemkot Surabaya, hingga layanan Command Center 112.

“Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindaklanjuti demi menjaga kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News