
Naypyidaw, Sabtu 17 Januari 2026-VNNMedia- Otoritas pemilu Myanmar resmi merilis hasil parsial yang menunjukkan bahwa anggota parlemen promiliter telah mengamankan mayoritas kursi parlemen
Hasil ini memastikan militer akan tetap memegang kendali kuat atas negara yang telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kudeta tahun 2021 tersebut
Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum yang ditunjuk oleh junta, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer berhasil meraih 167 dari 588 kursi di majelis tinggi dan rendah dalam dua fase pertama pemilu
Dengan tambahan alokasi kursi khusus untuk militer yang diatur dalam konstitusi, kelompok promiliter kini resmi memegang suara mayoritas di parlemen.
Pemilihan ini sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan fase terakhir dijadwalkan pada 25 Januari mendatang. Meskipun junta mengklaim proses ini sebagai langkah transisi menuju pemerintahan sipil, masyarakat internasional melontarkan kecaman keras
Banyak pengamat menyebut pemilu ini sebagai penipuan karena partai-partai pro-demokrasi dilarang ikut serta dalam pencalonan
Hasil akhir pemilu diperkirakan akan diumumkan pada akhir Januari, sementara pemerintahan baru dijadwalkan mulai menjabat pada April 2026
Perkembangan ini memicu kekhawatiran global akan semakin kuatnya pengaruh militer di Myanmar di tengah penolakan dari kelompok-kelompok oposisi dan komunitas internasional
sumber: NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News