
Teheran, Sabtu 17 Januari 2026-VNNMedia- Iran menyebut G7 bersifat munafik setelah kelompok tersebut menyatakan kesiapannya menjatuhkan sanksi baru terkait unjuk rasa besar-besaran yang melanda wilayah tersebut
“Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan negara-negara G7 yang merupakan bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Iran,” ujar Kemlu Iran. “Teheran menilai pernyataan tersebut sebagai ‘bukti nyata sikap palsu dan munafik’ G7, yang dipimpin Amerika Serikat, dalam hak asasi manusia.”
Diketahui dalam pernyataannya pada hari Rabu (14/1), kelompok G7 mengancam akan memberikan sanksi baru kepada Iran, jika terus melakukan tindak kekerasan kepada para pengunjuk rasa. Para Menteri Luar Negeri G7 dari Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris menentang keras setiap tindakan brutal Teheran kepada warga Iran yang berunjuk rasa
G7 menyoroti jumlah korban tewas yang mencapai 2.403 dalam unjuk rasa yang dimulai pada Desember 2025, seperti dilaporkan oleh Human Rights Activist News Agency (HRANA)
Para Menlu G7 meminta Iran untuk menahan diri dan menghentikan tindakan represif kepada para demonstran. Mereka juga menekankan pentingnya menghormati kewajiban internasional dan melindungi hak berekspresi
Meski pernyataan bersama G7 tidak menyebutkan sanksi baru apa yang bakal diterima Iran, G7 memastikan jika tindakan tambahan akan tetap menjadi opsi
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News